Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Konten Palestina Diblokir, Malaysia Ancam TikTok dan Facebook
    Insight News

    Konten Palestina Diblokir, Malaysia Ancam TikTok dan Facebook

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Oktober 2023Updated:28 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Malaysia mengancam TikTok dan Facebook. Kedua platform media sosial tersebut dituduh memblokir konten pro Palestina.

    Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengaku menerima laporan bahwa platform media sosial milik Bytedance dan Meta membatasi peredaran konten yang mendukung Palestina.

    “Jika masalah ini terus tidak diacuhkan, saya tidak akan ragu untuk mengambil pendekatan dan posisi yang lebih keras,” katanya di akun Twitter yang sekarang dinamakan X.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fahmi menyatakan bahwa banyak pihak di Malaysia mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan tegas atas platform media sosial yang membatasi peredaran konten pro Palestina.

    Juru bicara Meta menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar.

    “Kebijakan kami dirancang untuk menjaga agar pengguna kami merasa aman dan memberikan semua pihak kesempatan bersuara,” kata juru bicara Meta kepada Reuters, dikutip Jumat (27/10/2023).

    TikTok belum merespons permintaan tanggapan dari Reuters.

    Meta dan TikTok memberikan Hamas, gerakan pejuang bersenjata Palestina yang menguasai Gaza, sebagai organisasi berbahaya dan melarang peredaran konten yang memuji Hamas. Kedua perusahaan teknologi juga menerapkan sistem deteksi otomatis dan pemantau manusia untuk menghapus atau memberikan label kepada konten tertentu.

    Sebagai respons terhadap pecahnya perang di Gaza, Meta menerapkan langkah tambahan di platform miliknya yaitu Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Pemantau kini bisa lebih mudah mengambil tindakan atas konten yang berpotensi melanggar syarat dan ketentuan, antara lain, dengan tidak menampilkan konten tersebut di feed atau konten rekomendasi.

    Menurut Meta, penghapusan konten yang dituduh sebagai tindakan pemblokiran atas konten Palestina terjadi karena permasalahan teknis yang tidak terkait dengan isi konten.

    Pada pertengahan Oktober, Meta menyatakan telah menghapus atau memberikan label di 800.000 konten berbahasa Ibrani dan Arab dalam 3 hari sejak serangan Hamas ke penduduk Israel pada 7 Oktober.

    Sementara itu TikTok, menyatakan telah menghapus 775.000 video dan 14.000 siaran streaming, sejak serangan 7 Oktober.

    Fahmi mengaskan bahwa warga Malaysia memiliki kebebasan berpendapat terkait isu Palestina. Ia menyatakan bahwa ia akan bertemu dengan perwakilan TikTok dalam waktu dekat.

    Dua pekan lalu, Fahmi menyatakan bahwa TikTok belum taat dengan regulasi di Malaysia serta tidak cukup mengambil kebijakan untuk mengadang konten bohong dan misinformasi.


    Artikel Selanjutnya


    Main TikTok 10 Jam Dapat Duit Rp 14 juta, Begini Caranya

    (dem/dem)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.