Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Bursa AS Yakin Pasar Saham Bakal Ambruk Gara-Gara AI
    Insight News

    Bos Bursa AS Yakin Pasar Saham Bakal Ambruk Gara-Gara AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Oktober 2023Updated:25 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di industri finansial makin marak. Namun, regulator perdagangan saham dan bursa AS yakin pasar bakal ambruk jika pelaku pasar tergantung kepada AI.

    Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) Gary Gensler memperingatkan bahaya dari implementasi AI, bahkan menilai teknologi tersebut bisa menjadi pemicu krisis keuangan selanjutnya.

    Kepada Financial Times, ia menyatakan keyakinannya bahwa AI akan menyebabkan krisis perekonomian. Oleh karena itu, regulator pasar harus mengambil langkah untuk mengantisipasi risiko AI di sektor finansial.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Faktor yang membuat AI berbahaya bagi sistem finansial adalah cara pengembangannya. Perusahaan teknologi pengembang teknologi AI untuk industri finansial tidak diawasi oleh otoritas finansial.

    Jika perusahaan finansial menggunakan model AI yang dikembangkan tanpa pengawasan regulator, keputusan yang diambil saat tersudut tidak teruji. Hasilnya, adalah bencana di pasar.

    “Saya pikir akan ada krisis finansial, dan baru setelahnya orang-orang akan mengatakan, oh iya! [Penyebabnya] adalah sebuah agregator data atau model, yang kita bergantung. Bisa terjadi di pasar perubahan. Atau salah satu sektor di pasar saham,” kata Gensler.

    Menurut Futurism, perusahaan finansial raksasa seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs sedang berlomba menggunakan AI dalam proses bisnis mereka.

    Sebagian besar penerapan AI adalah untuk mencari laporan riset dan untuk menyusun poin pembicaraan sebagai persiapan bertemu dengan klien. JPMorgan Chase bahkan mengembangkan platform serupa ChatGPT yang bisa digunakan oleh nasabah memilih investasi.

    SEC pada Juli mengusulkan regulasi baru yang mengharuskan broker dan penasihat untuk mengungkapkan konflik kepentingan saat menggunakan “analisis data dan prediksi atau teknologi serupa.” 

    Menurut Financial Times, SEC juga sedang merancang regulasi tambahan untuk AI. Di sisi lain, regulator di Eropa mengambil langkah yang lebih tegas dengan menyusun Undang-Undang AI.


    Artikel Selanjutnya


    Paus Fransiskus Bicara AI-ChatGPT, Peringatan untuk Dunia

    (dem/dem)


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.