Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perintah Israel, Google Matikan Fitur Maps di Gaza
    Insight News

    Perintah Israel, Google Matikan Fitur Maps di Gaza

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Oktober 2023Updated:25 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google telah menonaktifkan fitur ‘live traffic’ atau pantauan macet secara langsung pada layanan peta digital ‘Maps’ di wilayah Israel dan Gaza. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh perwakian Google.

    “Seperti yang kami lakukan sebelumnya di situasi konflik dan sebagai respons untuk kondisi yang berkembang di wilayah tersebut [Gaza], kami menonaktifkan kemampuan melihat macet secara live untuk sementara waktu,” kata perwakilan Google kepada Bloomberg, dikutip dari Engadget, Rabu (25/10/2023).

    “Ini kami lakukan dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat sekitar,” ia menambahkan.

    Lebih lanjut, Google memastikan masyarakat di wilayah Israel dan Gaza tetap bisa memanfaatkan Maps dan Waze untuk mendapatkan informasi rute dan estimasi tiba atau ETA.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hanya kondisi macet secara real-time yang tak bisa dilihat. Belum jelas apakah Apple juga memberlakukan kebijakan serupa untuk layanan peta digitalnya.

    Langkah ini dilakukan menyusul rencana serangan militer Israel lewat jalur darat ke wilayah Gaza. Menurut laporan, Israel akan menurunkan ribuan pasukannya untuk menggempur jalur tersebut.

    Menurut sumber dalam Bloomberg, Google menonaktifkan live traffic atas permintaan otoritas pertahanan Israel.

    Pasalnya, jika live traffic diaktifkan, bisa jadi kelompok Hamas bisa memantau pergerakan pasukan Israel saat hendak melakukan serangan darat. AS dan Uni Eropa menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

    Sebelumnya, Google pernah menonaktifkan kemampuan live traffic pada 2022 lalu di Ukraina, saat Rusia meluncurkan invasinya ke negeri tersebut.


    Artikel Selanjutnya


    Teknologi Israel Bisa Lumpuh Total Gegara Perang Hamas

    (fab/fab)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.