Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Harta Elon Musk Ludes Seketika, Kena Semprot Gegara Cengeng
    Insight News

    Harta Elon Musk Ludes Seketika, Kena Semprot Gegara Cengeng

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Oktober 2023Updated:25 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Laporan kinerja produsen mobil listrik Tesla tak sesuai ekspektasi. Pendiri dan CEO Elon Musk tampak ‘frustasi’ saat mengumumkan pendapatan perusahaan turun tajam dari US$ 21,3 miliar di Q2 menjadi US$ 19,6 miliar di Q3 2023.

    Musk mengatakan suku bunga AS yang melonjak naik menjadi faktor penurunan penjualan mobil Tesla. Ia juga pesimis dengan kinerja Tesla di kuartal selanjutnya, menyusul iklim ekonomi saat ini yang tak menentu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Usai mengumumkan kinerja perusahaan melalui acara temu investor (earning call), harga saham tesla anjlok hampir 9% pada Kamis (19/10) lalu. Terendah pada Senin (23/10) kemarin, lalu mulai merangkak naik pada Selasa (24/10) hari ini.

    Saat saham pertama kali anjlok tajam, harta Musk mendadak berkurang US$ 24 miliar atau sekitar Rp 380 triliun.

    Omongan Musk saat earning call dikritisi oleh para analis keuangan. Salah satunya Kevin Paffrath yang juga merupakan seorang YouTuber.

    “CEO Elon Musk bertingkah seperti anak kecil. Dia bahkan kelihatan hampir menangis [di depan investor],” kata Paffrath, dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (24/10/2023).

    “Sebagai seorang pemimpin, menangis karena kondisi ekonomi ketimbang membuat perencanaan matang merupakan sesuatu yang memalukan,” ia menambahkan.

    Paffrath juga menyoroti komentar Musk soal penundaan pembangunan pabrik super besar Tesla di Meksiko pada Maret lalu. Nilai investasinya ditaksir mencapai US$ 10 miliar.

    Musk mengatakan alasan penundaan karena suku bunga yang tinggi, sehingga peminjaman modal akan lebih mahal.

    Namun, Paffrath menilai alasan Musk tersebut menunjukkan bahwa ia bukan negosiator yang baik. Seharusnya, kata Paffrath, Musk bisa melakukan negosiasi dengan pemerintah Meksiko atau mencoba mempromosikan produk Tesla ke pasar dengan pendapatan lebih tinggi.

    “Kami perlu mendengan strategi yang jelas, ketimbang melulu disodorkan oleh keluhan CEO yang tak punya visi,” kata dia.

    Bukan cuma Paffrath, analis dari Wedbush Securities, Dan Ives, juga mengkritik pendekatan Musk dalam earning call baru-baru ini. Menurut dia, pertemuan investor tersebut seperti ‘bencana kecil’.

    Musk cuma bisa berkelit dengan ‘menyalahkan’ suku bunga tinggi. Selain itu, solusi yang ditawarkan Musk juga dianggap tak strategis, yakni mendorong produk ‘Cybertruck’.

    Tesla tak segera berkomentar mengenai hal ini.

    (fab/fab)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.