Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Satelit HBS Rp 5,2 T Disetop, Nasib Proyek Bakti Lain Gimana?
    Insight News

    Satelit HBS Rp 5,2 T Disetop, Nasib Proyek Bakti Lain Gimana?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Oktober 2023Updated:23 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Proyek Hot Back Up Satellite (HBS) dipastikan tutup buku. Meski begitu, proyek Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) lainnya tetap akan jalan.

    Proyek HBS diumumkan dihentikan dengan kontrak telah diakhiri per 19 Oktober 2023 lalu. Proyek itu diluncurkan setelah Satria-1 sukses diluncurkan dan anggaran HBS akan direalokasikan untuk perluasan dan peningkatan akses serta konektivitas digital nasional.

    “Ya mudah-mudahan cuma [Proyek HBS yang dihentikan] itu saja,” kata Dirjen IKP Kementerian Kominfo, Usman Kansong, di Jakarta, Senin (23/10/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Terkait integrasi Palapa Ring, Usman memastikan masih tetap lanjut. Termasuk juga melakukan percepatan proyek BTS hingga Satria-1.

    Saat ditanya kabar kelanjutan Satria-2, dia mengatakan saat ini pihaknya masih berfokus pada Satria-1. Satelit itu tengah adalah perjalanan menuju slot orbit setelah diluncurkan Juni lalu dengan kapasitas 150 Gbps.

    “Kalau Satria-2 belum ada, digambar aja belum. Karena kita masih mikirin Satria-1 operasi blum desember seperti apa, sudah siap belum stasiunya, penerimnaya, kemudian nanti kita kerjasama kementerian dan lembaga lainnya juga. Sekolah dengan Kemendikbud, Puskesmas dengan Kemenkes,” jelas Usman.

    “Kalau operasi satelit harus ada listrik di situ, apalagi di daerah-daerah pinggiran, kita masih mikirin itu belum mikirin yang lain,” imbuhnya.

    Satria-2 dibangun untuk meningkatkan kapasitas Satria-1. Dalam keterangannya beebrapa waktu lalu, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi menjelaskan proyek tersebut tengah melakukan pemutakhiran feasibility study.

    “Untuk Proyek SATRIA-2, Kementerian Kominfo sedang melakukan pemutakhiran feasibility study untuk menyesuaikan desain satelit dengan kebutuhan kapasitas satelit nasional,” ungkap Budi.

    Mulai dari percepatan penyelesaian proyek BTS, HBS, Palapa Ring, hingga Satria-1 jadi salah satu tugas yang diemban Satgas Bakti Kominfo yang dibuat beberapa waktu lalu. Untuk BTS berdasarkan data 2021 telah tersedia 4.343 unit. Dengan 617 BTS akan dihidupkan dengan kontrak payung baru.

    Tugas lainnya adalah menyelesaikan masalah dan hambatan di bidang hukum, kebijakan pelaksanaan dan keuangan secara cepat. Selain juga dengan melakukan proses yang transparan serta bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Satgas juga memberikan arahan kebijakan penyelesaian dan rekomendasi pada Bakti. Yakni dalam rangka untuk melaksanakan kerja sama dengan para pihak terkait.



    Artikel Selanjutnya


    Video: Kominfo Bentuk Satgas BAKTI, Ini 3 Tugas Utamanya!

    (npb/npb)


    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.