Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Komisi Driver Gojek Berubah di Luar RI, Jatah Aplikasi Turun
    Insight News

    Komisi Driver Gojek Berubah di Luar RI, Jatah Aplikasi Turun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Oktober 2023Updated:23 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Komisi driver Gojek turun. Namun sayang itu tak berlaku di Indonesia, tetapi hanya di negara tetangga RI, Singapura.

    Mulai 1 November hingga setidaknya akhir 2024, perusahaan ride-hailing Gojek, akan mengurangi biaya layanan (komisi) dari 15 persen menjadi 10 persen untuk setiap perjalanan.

    Langkah ini bertujuan untuk mengatasi krisis driver yang membuat tarif layanan taksi online mahal dan waktu tunggu penumpang lebih lama.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Gojek menyebutkan meningkatnya permintaan akan layanan ride-hailing dan biaya operasional yang lebih tinggi bagi pengemudi sebagai alasan untuk mengurangi tingkat komisi, atau biaya layanan.

    “Penurunan biaya layanan akan membantu meningkatkan pendapatan yang dibawa pulang oleh pengemudi sekaligus memastikan layanan Gojek tetap dapat diandalkan dan dapat diakses oleh konsumen,” kata juru bicara Gojek Singapura, dikutip dari Straits Times, Senin (23/10/2023).

    Pemotongan komisi yang dikutip dari driver membuat biaya layanan Gojek setara dengan rivalnya Ryde, sama-sama 10 persen. Di sisi lain, Grab terus mengenakan tarif tertinggi sebesar 20,18 persen, dengan pajak barang dan jasa sebesar 0,18 persen dibebankan kepada pengemudi.

    Gojek juga mengumumkan bahwa mulai 1 November, akan ada tambahan biaya transaksi antara 10 sen dan 60 sen untuk penumpang yang menggunakan metode pembayaran non-tunai untuk perjalanan mereka. Ini adalah pertama kalinya Gojek menerapkan biaya sebesar itu.

    Perusahaan menyebut ini sebagai beban yang harus pengguna bayar itu buka suatu hal yang baru. Dan menyebut bahwa jumlah yang dikenakan akan berjenjang berdasarkan jarak perjalanan.

    “Ini tidak akan memengaruhi pendapatan Anda secara keseluruhan,” kata perusahaan itu kepada pengemudinya dalam sebuah posting blog.

    Gojek menyatakan biaya tersebut akan tecermin dalam tanda terima pelanggan sebagai komponen “biaya transaksi pembayaran” yang baru. Untuk membantu mengimbangi biaya ini dan meningkatkan jumlah penumpang, perusahaan akan menawarkan kode promo baru untuk diskon 15 persen untuk perjalanan Gojek, dibatasi hingga $5, mulai 1 November.

    Perubahan lain yang akan dimulai pada November adalah revisi skema insentif bagi pengemudi yang kini akan mempertimbangkan tingkat penerimaan perjalanan mereka, yang setidaknya harus mencapai 60 persen.

    Sebelum pandemi Covid-19 melanda awal tahun 2020, Gojek biasa mengambil potongan sebesar 20 persen dari para pengemudinya.

    Jumlah ini berkurang setengahnya menjadi 10 persen pada bulan Juni 2021, langkah yang menurut perusahaan dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan pengemudi ketika sektor transportasi online sedang terpukul oleh virus Corona.



    Artikel Selanjutnya


    GoPay Error! Netizen Ngeluh Ga Bisa Makan

    (dem)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.