Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ramai Hoax Israel-Hamas, Google PHK Divisi Berita
    Insight News

    Ramai Hoax Israel-Hamas, Google PHK Divisi Berita

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Oktober 2023Updated:21 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google kembali melakukan PHK yang berdampak pada sejumlah karyawan di divisi pemberitaan (News). Diprediksi sebanyak 40-45 karyawan Google News kehilangan pekerjaan mereka, menurut juru bicara serikat pekerja Alphabet.

    Juru bicara Google mengonfirmasi soal pemangkasan yang dilakukan perusahaan, tetapi tak merinci berapa jumlah karyawan terdampak.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kami berkomitmen penuh untuk membangun ekosistem informasi, dan News adalah bagian dari investasi jangka panjang kami,” kata dia, dikutip dari CNBC International, Kamis (19/10/2023).

    “Kami membuat beberapa perubahan internal untuk efisiensi organisasi. Sejumlah kecil karyawan terimbas. Kami memberikan dukungan dalam periode transisi, serta pesangon yang sesuai sembari mereka mencari kesempatan lain di dalam Google maupun di luar,” ia menambahkan.

    Google News adalah divisi yang menghadirkan pemberitaan di raksasa mesin pencari dengan memberikan link ke artikel dari ribuan perusahaan media. Fitur ini sangat populer bagi warganet yang aktif menggunakan layanan Search.

    Pengguna bisa melihat topik tertentu atau artikel yang berada di peringat atas di Google.

    PHK ini dilakukan di tengah situasi pelik antara Hamas dan Israel yang telah merenggut nyawa ribuan orang di Israel dan Gaza sejak 7 Oktober 2023. Selain itu, invasi Rusia ke Ukraina pun masih terus berlanjut dan memasuki bulan ke-20.

    Untuk itu, peran Google News sangat penting dalam menghadirkan berita terbaru yang akurat bagi pengguna tentang kedua perang besar tersebut.

    Pekan ini, Senator Michael Bennet dari Partai Demokrat AS meminta jawaban dari Google, X/Twitter, Meta, dan TikTok soal banyaknya informasi palsu yang beredar di platform mereka. Ia menilai algoritma dari platform internet kerap memuat konten negatif yang membuat situasi makin panas.

    Sebelumnya, Komisioner Eropa untuk pasar internal Thierry Breton memberikan peringatan kepada bos-bos raksasa teknologi tersebut. Ia memberikan waktu 1 x 24 jam agar platform internet bersih dari informasi menyesatkan.

    Juru bicara Google mengatakan PHK yang dilakukan tak akan berdampak pada kualitas Google News dalam membasmi berita menyesatkan di platformnya.

    Tahun ini, Google sudah beberapa kali melakukan PHK. Pada Januari lalu, perusahaan memangkas 12.000 karyawan atau 6% dari total pekerjanya. Bulan lalu, Google kembali memberhentikan ratusan karyawan di divisi perekrutan.


    Artikel Selanjutnya


    Hamas-Israel Panas, Bos TikTok-Facebook-Twitter Kena Getahnya

    (fab/fab)


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.