Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Proyek Satelit HBS Rp 5,2 Triliun Kominfo Batal
    Insight News

    Proyek Satelit HBS Rp 5,2 Triliun Kominfo Batal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Oktober 2023Updated:20 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Proyek Hot Backup Satellite (HBS) dipastikan dihentikan. Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Budi Arie Setiadi.

    “Diterminasi…ya dihentikan,” kata Budi di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (20/10/2023).

    Dia mengatakan keputusan itu dibuat setelah dilakukan kajian secara teknis oleh Satgas Bakti Kominfo. Namun untuk informasi lebih lanjut, Budi meminta awak media untuk menghubungi pihak Satgas.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Maksudnya gini tim satgas menilai perlu dihentikan,” ujar Budi.

    CNBC Indonesia juga telah mencoba menghubungi Ketua Satgas Bakti Kominfo, Sarwoto Atmosutarno. Namun hingga berita ini dipublikasikan belum ada tanggapan dari Sarwoto.

    Satelit HBS sendiri direncanakan menjadi back-up Satria-1 yang lepas landas Juni lalu. Sebelumnya HBS direncanakan bisa beroperasi berbarengan dengan Satria pada akhir tahun ini.

    Namun Satria-1 sendiri baru sampai ke titik orbit pada akhir 2023. Kemungkinan baru beroperasi awal tahun depan.

    Melansir laman Kominfo, HBS diperkirakan akan digunakan pada 20 ribu titik fasilitas layanan publik seluruh Indonesia. Satelit dibuat oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Boeing.

    Untuk pemenang tender proyek HBS dimenangkan oleh Nusantara Jaya. Konsorsium itu terdiri dari PT Satelit Nusantara Lima, PT DSST Mas Gemilang, PT Pasifik Satelit Nusantara, dan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera.

    Penyediaan HBS sendiri membutuhkan dana investasi mencapai Rp 5,2 triliun. Sedangkan biaya pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur HBS mencapai Rp 475,2 miliar.


    Artikel Selanjutnya


    Satelit Raksasa Pertama RI Siap Mengudara, Nonton di Sini

    (npb)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.