Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Facebook Disebut Gunakan ‘Hate Speech’ Demi Keuntungan
    Insight News

    Facebook Disebut Gunakan ‘Hate Speech’ Demi Keuntungan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Oktober 2021Updated:4 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pelapor di balik kebocoran cache dokumen Facebook ke Wall Street Journal, Frances Haugen, mengungkapkan perusahaan teknologi tersebut berkomitmen pada pengoptimalan produk, dan menggunakan algoritma yang menunjukkan ujaran kebencian. Facebook disebut memanfaatkan ujaran kebencian yang tersebar di dalam platformnya untuk meraih keuntungan.

    Menurut profil LinkedIn yang kini telah dihapus, Haugen adalah manajer produk di Facebook yang ditugaskan ke grup Civic Integrity. Dia memilih untuk meninggalkan perusahaan pada 2021 setelah pembubaran grup.

    “Ini membayar keuntungannya dengan keselamatan kita,” kata Haugen, dilansir dari The Verge, Senin (4/10/2021).

    Dia mengatakan tidak percaya bahwa mereka bersedia menginvestasikan apa yang sebenarnya perlu diinvestasikan untuk menjaga agar Facebook tidak berbahaya. Akibatnya Haugen pun membocorkan cache penelitian internal ke Securities and Exchange Commission dengan harapan mendorong regulasi perusahaan yang lebih baik.

    Haugen mengatakan telah bekerja di sejumlah perusahaan, termasuk Google dan Pinterest, namun Facebook jauh lebih buruk karena keinginan perusahaan untuk menempatkan keuntungannya di atas kesejahteraan penggunanya.

    “Ada konflik… antara apa yang baik untuk publik dan apa yang baik untuk Facebook,” kata Haugen. “Facebook berulang kali memilih untuk mengoptimalkan kepentingannya sendiri, seperti menghasilkan lebih banyak uang.”

    Sementara perusahaan berulang kali mengklaim membantu menghentikan ujaran kebencian, setidaknya pada produknya sendiri. Salag satu dokumen internal Facebook yang dibocorkan oleh Haugen berbunyi pihaknya memperkirakan bahwa ada sedikitnya 3-5% kebencian dan 0,6% Kekerasan dan Penghasutan di Facebook.

    Dokumen lain menyebutkan memiliki bukti dari berbagai sumber bahwa ujaran kebencian, pidato politik yang memecah belah, dan informasi yang salah di Facebook dan aplikasi lain di bawah naungannya yang memengaruhi masyarakat di seluruh dunia.

    Haugen mengklaim akar masalahnya adalah algoritma yang diluncurkan pada 2018 yang mengatur apa yang Anda lihat di platform. Menurutnya mereka dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan dan perusahaan telah menemukan bahwa keterlibatan terbaik adalah jenis menanamkan rasa takut dan benci pada pengguna.

    Lebih mudah menginspirasi orang untuk marah daripada emosi lainnya,” kata dia.

    Kala itu Bos Facebook, Mark Zuckerberg mempresentasikan perubahan algoritma sebagai hal positif. “Kami merasa bertanggung jawab untuk memastikan layanan kami tidak hanya menyenangkan untuk digunakan, tetapi juga baik untuk kesejahteraan masyarakat.”

    Namun menurut laporan Wall Street Journal tentang kekhawatiran Haugen, hasilnya adalah perubahan tajam menuju kemarahan dan kebencian. “Informasi yang salah, toksisitas, dan konten kekerasan sangat lazim di antara pembagian ulang,” kata satu memo internal yang dikutip oleh Journal, menilai efek dari perubahan tersebut.

    [Dexpert.co.id]

    (rah/rah)



    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.