Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga RI Kecanduah YouTube Separah Ini, Menkominfo Kaget
    Insight News

    Warga RI Kecanduah YouTube Separah Ini, Menkominfo Kaget

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Oktober 2023Updated:19 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menurut sebuah data, masyarakat Indonesia menggunakan 4 jam dalam sehari untuk menggunakan media sosial. Dari waktu tersebut, sebagian besar ternyata digunakan untuk mengakses YouTube.

    “Menurut data terakhir itu, orang Indonesia menggunakan waktunya, menggunakan sosial media itu 3 jam 55 menit per hari. Bayangkan, menggunakan sosial media 3 jam 55 menit alias hampir 4 jam 1 hari. Dan, ternyata hampir 3 jamnya digunakan untuk sosial media seperti menonton YouTube,” kata Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, dalam Launching Literasi Digital kepada Keluarga Besar TNI (KBT), di Jakarta, Kamis (19/10/2023).

    Dia menjelaskan tidak ada larangan untuk beraktivitas di media sosial. Namun perlu diperhatikan terkait penggunaan pada anak-anak.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Saya sih enggak melarang Bu, untuk dengerin lagu, tetapi buat yang anak-anak kita harus beri perhatian lebih,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan itu, Budi juga membeberkan data pengguna internet pada 2022 lalu. Secara global, jumlahnya sudah mencapai 5,16 miliar orang.

    Di Indonesia sendiri, penetrasinya mencapai 78% penduduk tanah air. Hal ini, menurutnya, bisa memberikan dua dampak sekaligus.

    Dampak positifnya adalah banyaknya peluang dengan penggunaan internet. Di sisi lain juga ada berbagai macam risiko yang mungkin akan muncul.

    Salah satu risiko terkait cepatnya persebaran informasi di dunia maya. Namun informasi itu bukan hanya yang positif, namun juga banyak yang negatif.

    “Konten-konten negatif yang kerap muncul seperti konten pornografi, perjudian, radikalisme, terorisme, SARA, penipuan hingga persebaran hoaks,” jelas Budi.

    Untuk memperkuat literasi digital, Kominfo juga telah membuat Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Dibuat sejak 2017 dan didukung ratusan mitra bertujuan membantu masyarakat termasuk orang tua untuk pengasuhan anak di dunia digital.

    “GNLD turut membantu para orang tua untuk memahami digital parenting yang saat ini semakin dibutuhkan peran dan tanggung jawab perempuan dan pria sebagai orang tua semakin besar dalam pengasuhan anak yang semakin akrab dengan dunia digital,” kata Budi.


    Artikel Selanjutnya


    Video: Satria-1 & Cita-cita Akses Internet Yang Merata

    (npb/npb)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.