Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Begini Nasib Startup RI Jika Tak Ada Tech Winter
    Insight News

    Begini Nasib Startup RI Jika Tak Ada Tech Winter

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Oktober 2023Updated:18 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tech Winter terjadi sejak tahun lalu di hampir semua negara dunia, termasuk Indonesia. Tech Winter merupakan istilah yang menggambarkan kondisi perusahaan rintisan digital atau startup yang sedang buruk. 

    Salah satunya ditandai dengan banyaknya PHK dan startup yang tutup. Namun apa yang terjadi jika Tech Winter tidak terjadi?

    Executive Director Investment Vertex Ventures Southeast Asia dan India, Joshua Agusta, menjelaskan jika Tech Winter tidak terjadi, akan tetap ada ‘koreksi’ pada beberapa startup. Namun, skalanya akan lebih kecil.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jika ini tidak terjadi, beberapa dari mereka masih punya banyak uang. Mereka masih mencoba menempatkan bisnis mereka pada dan hal-hal tertentu. Namun, saya yakin akan ada koreksi kecil pada sektor-sektor tersebut,” kata Joshua dalam Fundraising During Tech Winter, Tech in Asia Conference, Rabu (18/10/2023).

    Dia menjelaskan banyak startup yang berhasil mengumpulkan banyak uang pada periode 2020-2022. Saat itu, sebagian besar investasi terjadi pada banyak startup.

    Pemicunya adalah pandemi Covid-19 terjadi dan membuat pandangan soal kehidupan sehari-hari masyarakat akan berubah. Diperkirakan pekerjaan secara remote akan menjadi hal baru. Perubahan juga akan terjadi pada sektor lain seperti pendidikan maupun pembelian barang.

    “Pekerjaan mobile jadi hal baru, pendidikan akan berubah, perilaku berbelanja berubah dan hal-hal seperti itu. Dan investor mungkin berinvestasi saat itu,” jelasnya.

    Namun, ternyata pasar tidak berubah secepat itu. Penggunaan teknologi tidak bertahan lama dan secara bersamaan perilaku orang ternyata kembali seperti sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

    Di Indonesia, dia menjelaskan orang-orang mulai kembali ke kegiatan offline. Misalnya bekerja dari kantor, berbelanja secara langsung, hingga jalan-jalan bersama teman.

    “Jadi ada ketidaksesuaian dengan ekspektasi,” ungkap Joshua.



    Artikel Selanjutnya


    Investor Silicon Valley: Regulasi Startup RI Terbaik di Dunia

    (npb/npb)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.