Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Blokir Joe Biden Makin Ketat, China Tak Bisa Main Belakang
    Insight News

    Blokir Joe Biden Makin Ketat, China Tak Bisa Main Belakang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Oktober 2023Updated:13 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden memperketat blokir teknologi ke China. Laporan terbaru, otoritas AS berencana menutup semua jalan atau celah bagi China dalam mengakses chip AI melalui unit-unit bisnis yang berlokasi di luar negeri.

    Informasi ini berasal dari empat sumber dalam yang familiar dengan rencana AS, dikutip dari Reuters, Jumat (13/10/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sejak tahun lalu, hubungan AS dan China memanas di sektor teknologi. AS mengeluarkan kebijakan untuk membatasi ekspor chip AI beserta alat manufakturnya ke China.

    Hal ini menyusul kekhawatiran AS bahwa China mampu mengembangkan teknologi canggih untuk kepentingan militer.

    Menurut sumber dalam, aturan blokir Joe Biden yang diperketat akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Gedung Putih belum buka suara soal kabar ini.

    Sebelumnya, pemerintahan Joe Biden secara khusus memblokir pengiriman chip dan teknologi manufaktur chip dari AS dan negara sekutu ke China.

    Namun, perusahaan-perusahaan cabang China di luar negeri masih bisa mendapat akses ke teknologi canggih tersebut. Diduga, celah itu dimanfaatkan China untuk menyelundupkan chip ke negaranya.

    Upaya baru Joe Biden untuk memperketat pemblokiran ke China menunjukkan ambisi negara adikuasa itu untuk menghambat pengembangan teknologi AI di Negeri Tirai Bambu.

    “Sudah jelas bahwa perusahaan-perusahaan China membeli chip untuk penggunaan di data center luar negeri,” kata Greg Allen, direktur di Center for Strategic and International Studies. Ia mengatakan Singapura menjadi salah satu hub terbesar untuk komputasi cloud.



    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Blokir China, Perang Chip Melebar ke Negara Ini

    (fab/fab)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.