Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Masih Bandel, TikTok Diancam oleh Tetangga RI
    Insight News

    Masih Bandel, TikTok Diancam oleh Tetangga RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Oktober 2023Updated:13 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Malaysia memberikan peringatan kepada TikTok. Menteri negara tetangga RI tersebut berang karena TikTok masih saja bandel tidak taat terhadap peraturan di Malaysia.

    Menurut Reuters, Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil menyatakan TikTok masih saja belum mengikuti beberapa regulasi di Malaysia. Selain itu, TikTok belum juga menyelesaikan aduan soal distribusi konten dan pembelian iklan di platformnya.

    Ia mengaku telah berbicara dengan perwakilan TikTok dan mereka berjanji akan bekerja sama dengan pemerintah. Menurutnya pemasalahan TikTok terjadi karena mereka tidak punya kantor di Malaysia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Juru bicara TikTok belum merespons permintaan konfirmasi dari Reuters.

    A spokesperson for TikTok did not immediately respond to a request for comment about the meeting or the minister’s remarks.

    Malaysia dalam beberapa bulan terakhir sedang agresif memantau peredaran konten yang beredar di media sosial. Pasalnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berjanji membersihkan media sosial dari konten provokatif soal ras, agama, dan keluarga kerajaan.

    Awal tahun ini, pemerintah Malaysia menyatakan siap mengambil tindakan hukum terhadap Meta, induk usaha Facebook, karena melanggar regulasi yang tertuang di Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia. Namun, langkah hukum urung dilakukan setelah pemerintah Malaysia bertemu dengan perwakilan Meta.

    TikTok sedang berada dalam tekanan. Selain terpaksa menutup fitur ecommerce TikTok Shop di Indonesia, Vietnam juga sedang menyelidiki aplikasi video pendek tersebut karena dinilai penuh dengan konten toxic (merusak).



    Artikel Selanjutnya


    Penghasilan Baru dari TikTok, Rebahan Minimal Dapat Rp10 Juta

    (dem/dem)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.