Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Data Jangan Disimpan, Bos Google Beberkan Cara Biar Jadi Cuan
    Insight News

    Data Jangan Disimpan, Bos Google Beberkan Cara Biar Jadi Cuan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Oktober 2023Updated:11 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Data menjadi satu sumber daya penting saat ini, oleh karena itu sayang jika hanya disimpan. Bos Google Cloud membeberkan cara menggali potensi bisnis dari data perusahaan yang melimpah.

    Direktur Channels and Strategic Partnerships Google Cloud South East Asia, Megawaty Khie mengatakan bahwa para CEO dan pemilik perusahaan harus tahu apa saja yang bisa dilakukan dengan data milik mereka.

    “Jika kalian melihat bagaimana data digunakan. Bukan lagi soal penyimpanan lagi meletakkan data di gudang. Cara terbaik menggunakan data adalah apa yang telah kamu lakukan dan menggunakannya untuk tren dan prediksi masa depan,” kata Megawaty dalam UOB Asean Conference 2023, Rabu (11/10/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebelumnya, tidak ada satupun yang tertarik soal produksi ataupun pengalaman layanan konsumen. Namun sekarang, banyak orang yang ingin tahu soal data tersebut.

    Data tersebut bisa sangat berguna untuk sebuah bisnis. Misalnya data pelanggan dapat menciptakan model bisnis baru.

    “Sebenarnya data sudah ada di sini, tapi tidak digunakan,” ungkap dia.

    Sekarang, menurut Megawaty, banyak perusahaan yang mencari tahu cara untuk menggunakan analisis data untuk memperbaiki rantai pasok, proses produksi, pengiriman tepat waktu, hingga mengenal konsumen.

    Dia mencontohkan, bank kini tidak lagi cukup membagi-bagi konsumen sesuai dalam ketegori tertentu. Kini, bank punya cukup data untuk menawarkan layanan yang unik sesuai dengan tiap individu.

    “Tapi yang penting adalah personalisasi. Bukan lagi segmen buat anak muda, orang bekerja, tapi segment of one [segmen satu orang],” ucapnya.

    Para pemilik bisnis harus juga mengetahui kebiasaan penggunanya. Salah satu contohnya anak muda yang menggunakan aplikasi tidak lagi terbiasa klik atau menekan tombol namun kebiasaan untuk swipe.

    Megawaty mengungkapkan jika tidak ikut beradaptasi dengan kebiasaan tiap masyarakat, bisnis kemungkinan akan kehilangan penggunanya.

    Terakhir adalah terkait keamanan cloud. Dia berpesan jangan sampai memiliki data itu namun rentan akan serangan.

    “Pastikan untuk memiliki informasi ini sebelum diserang ransomware,” kata Megawaty.


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.