Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Tambah Blokir China, Raksasa Amerika Protes
    Insight News

    Joe Biden Tambah Blokir China, Raksasa Amerika Protes

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Oktober 2023Updated:6 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Rencana pemerintahan Joe Biden untuk menambah batasan penjualan chip ke China ditentang para raksasa Amerika Serikat (AS). Sejumlah perusahaan besar memperingatkan aturan tambahan akan membuat industri dalam negeri babak belur.

    Setahun lalu, pemerintah AS meluncurkan aturan pembatasan penjualan semikonduktor ke China. Tahun ini, mereka berencana menambahkan batasan agar teknologi penting sama sekali tak bisa diakses Beijing.

    Namun, protes dilancarkan oleh tiga raksasa AS sejak Juli lalu. Nvidia, Intel, dan Qualcomm menolak rencana itu saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Perdagangan Gina Raimondo.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ketiga perusahaan itu meminta seluruh pejabat mempertimbangkan lagi rencana penambahan batasan pada kontrol chip. Menurut mereka, aturan tambahan malah membuat kemunduran pada industri.

    Sebaliknya, aturan tambahan AS akan mengembangkan industri China. Akhirnya akan membuat chip buatan China mendominasi dunia.

    “Risikonya memacu perkembangan ekosistem yang dipimpin oleh pesaing. Hal ini bisa berdampak sangat negatif pada kepemimpinan AS di bidang semikonduktor, teknologi canggih, dan AI,” kata penasihat umum Nvidia, Tim Teter, dikutip dari NYTimes, Jumat (6/10/2023).

    China diketahui sebagai salah satu pasar terbesar semikonduktor global. Negara itu menyumbang sepertiga dari pasar dan pendapatan tahunan gabungan lebih dari US$50 miliar untuk Nvidia, Intel, dan Qualcomm.

    Kehilangan pendapatan dari China memaksa para raksasa chip itu melakukan efisiensi operasional. Misalnya pengurangan pengembangan teknologi, lapangan kerja dan pengeluaran pabrik semikonduktor yang tersebar di Arizona, Ohio, dan New York.

    Seluruh perusahaan itu juga meminta Semiconductor Industry Association untuk mengeluarkan kritik atas pembatasan yang dikeluarkan pemerintah. Mereka harus menyebutnya sebagai aturan yang dianggap ‘sangat ambigu dan sepihak’, serta pembatasan akan menyebabkan kerugian pada daya saing industri.



    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Sukses Lumpuhkan Teknologi China, Cek Data Terbaru

    (npb/npb)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.