Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Makin Tertekan, Terancam Lengser Jadi Raja Internet
    Insight News

    Google Makin Tertekan, Terancam Lengser Jadi Raja Internet

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Oktober 2023Updated:6 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus anti-monopoli Google masih terus berlangsung. Posisi raksasa mesin pencari tersebut makin tertekan dengan berbagai tudingan yang diberikan.

    Sebelumnya, Google disebut membayar produsen HP, perusahaan browser, hingga operator telikomunikasi secara ilegal, demi mempertahankan dominasinya sebagai mesin pencari default dengan pangsa pasar 90%.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kini, Google kembali dicecar terkait iklan. Pengacara Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengatakan perusahaan yang bermarkas di Mountain View itu melakukan pelanggaran hukum dalam menentukan harga iklan secara tak adil.

    Dikutip dari Reuters, Kamis (5/10/2023), Google dikatakan telah menyalahgunakan dominasinya untuk ‘mempermainkan’ harga iklan.

    Eksekutif Google Adam Juda mengatakan perusahaan menggunakan formula untuk menentukan kualitas suatu iklan. Formula itu akan menentukan siapa yang menang lelang iklan untuk diletakkan pada website.

    DOJ mengatakan Google memanipulasi pelelangan untuk iklan tersebut. Ujung-ujungnya, mekanisme pelelangan tersebut kembali menguntungkan posisi Google di industri periklanan digital.

    Saat ditanya soal ketentuan harga lewat proses pelelangan iklan, Juda membantah Google melakukan rekayasa yang tak adil.

    “Saya yakin metode yang kami lakukan adil,” kata Juda.

    Juda juga membantah ketika ditanya apakah Google bisa semena-mena menentukan iklan yang berkualitas dan menaikkan harga bagi klien.

    Selama bertahun-tahun, mekanisme iklan Google telah banyak diprotes. Banyak brand mengatakan mekanisme iklan Google kurang transparan. Alhasil, metode itu dinilai membuat Google meraup pendapatan lebih besar dari seharusnya.


    Artikel Selanjutnya


    Terungkap, Google Bayar Rp 153 T Singkirkan Bing-Yahoo Cs

    (fab/fab)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.