Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Taktik Baru Joe Biden Bunuh TikTok
    Insight News

    Taktik Baru Joe Biden Bunuh TikTok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Oktober 2023Updated:5 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Amerika Serikat (AS) Gina Raimondo mendukung kebijakan untuk mengatasi masalah keamanan dari aplikasi buatan asing.

    Hal itu ia sampaikan di tengah gonjang-ganjing soal wacana pemblokiran TikTok di AS. Sejak beberapa bulan lalu, pemerintah AS menetapkan larangan untuk mengakses TikTok bagi pegawai negeri.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ada rencana untuk memblokir TikTok secara nasional bagi warga sipil, tetapi mendulang protes dari berbagai kalangan. Untuk itu, Kongres AS masih terus membahas kebijakan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

    TikTok digunakan sebanyak 150 juta orang di AS. Raksasa asal China di bawah naungan ByteDance tersebut membantah jika layanannya disebut membahayakan keamanan nasional.

    “Sudah pasti TikTok berisiko terhadap keamanan nasional. Namun, kami perlu rencana yang komperhensif untuk menanganinya,” kata Raimondo dalam rapat di Komite Senat Perdagangan AS, dikutip dari Reuters, Kamis (5/10/2023).

    Lebih lanjut, ia mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) membutuhkan wewenang lebih dari Kongres untuk melakukan pendekatan yang komperhensif dalam menguak potensi risiko dari TikTok.

    Pada Maret lalu, FBI mengatakan pemerintah China bisa memanfaatkan TikTok untuk mengontrol data jutaan warga AS. FBI merekomendasikan bahwa TikTok membahayakan keamanan nasional.

    TikTok mengaku sudah menghabiskan US$ 1,5 miliar untuk memastikan keamanan bagi penggunanya. TikTok menolak keras tuduhan sebagai mata-mata pemerintah China.

    “Saya sering ditanya apakah kita perlu mengatur TikTok? [Padahal] ini lebih besar daripada TikTok,” ujarnya.



    Artikel Selanjutnya


    Daftar Negara Blokir TikTok Tambah Panjang, Ada Tetangga RI

    (fab/fab)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.