Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Alasan Ilmiah Kenapa Orang Naksir Pacar/Pasangan Temannya
    Inspiring You

    Alasan Ilmiah Kenapa Orang Naksir Pacar/Pasangan Temannya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Oktober 2023Updated:2 Oktober 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perasaan suka dengan orang lain memang tidak bisa ditebak. Dalam beberapa kasus, ada sejumlah orang yang secara terang-terangan menyukai pasangan teman dekat atau bahkan sahabatnya.

    Melansir dari IFL Science, perasaan menyukai pacar atau pasangan teman bisa disebut sebagai “keinginan mimesis.” Menurut filsuf dan ahli teori sastra Prancis, Rene Girard, “keinginan mimesis” adalah istilah yang merujuk pada hasrat memiliki apapun yang diinginkan atau dimiliki orang lain.

    “Seseorang yang meniru keinginan orang lain sama saja dengan membuat kehidupan mereka jadi penuh perselisihan dan persaingan dengan orang-orang yang dibenci dan kagumi,” ujar Girard dalam suatu esai, dikutip Jumat (29/9/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Studi terbaru yang mengamati fenomena teori Girard mengatakan bahwa “keinginan mimesis” dapat dimanfaatkan untuk menggunakan pandangan orang lain untuk mengevaluasi potensi nilai dari suatu hal.

    Menurut psikolog klinis dan ketua program di Fakultas Ilmu Sosial dan Perilaku University of Phoenix di Arizona, Barbara Burt, “keinginan mimesis” wajar muncul karena manusia adalah makhluk sosial yang terus membangun dan menciptakan identitas diri.

    “Seringkali, banyak orang yang sulit untuk menghilangkan “keinginan mimesis”. Bahkan, beberapa di antaranya tidak pernah puas karena pada dasarnya manusia punya rasa ingin memiliki,” ujar Burt.

    Sementara itu, profesor psikologi di University of Nevada, Stephen Benning mengatakan, ada sejumlah faktor munculnya “keinginan mimesis”, yakni interaksi interpersonal, struktur sosial dan keinginan yang didorong oleh hal-hal menarik dalam suatu lingkungan.

    Sedangkan, ahli teori saraf, Dean Burnett, mengatakan bahwa “keinginan mimesis” kemungkinan besar muncul akibat berbagai faktor sosio-psikologis.

    Burnett mengatakan, status adalah salah satu pendorong seseorang menyukai pasangan temannya, karena manusia bersifat sosial dan hierarkis. Dengan demikian, seseorang terdorong untuk mendapatkan hal terbaik demi meningkatkan kedudukan sosial.

    “Namun, jika pasangan teman tidak menarik bagi suatu kelompok, kecil kemungkinannya kedudukan sosial untuk naik,” kata Burnett.

    Lantas, apa yang harus dilakukan jika memiliki “keinginan mimesis”?

    Menurut Burt, seseorang harus mengevaluasi diri untuk mengetahui alasan memiliki “keinginan mimesis”. Selain itu, ia juga menyarankan seseorang untuk menciptakan identitas diri sendiri berdasarkan prinsip dan keyakinan.

    “Keinginan mimesis akan semakin kuat jika kita belum memiliki identitas sendiri dalam kehidupan pribadi karena kita masih menggunakan identifikasi orang lain sebagai bimbingan,” papar Burt.

    Psikolog Nicole Monteiro mengatakan bahwa meskipun terdengar unik, menginginkan pasangan orang lain sebenarnya adalah hal yang lumrah. Terlebih, “keinginan mimesis” diklaim akan menghilang seiring berjalannya waktu.

    “Jika seseorang menginginkan pasangan sahabatnya, dia tidak perlu menganggap dirinya orang jahat. Asalkan orang tersebut tidak bertindak sesuai keinginannya,” ujarnya.

    Berikut cara mengatasi “keinginan mimesis” menurut psikolog, Becky Spelman.

    1. Luangkan waktu untuk merenungkan diri sendiri, motivasi, dan perasaan diri sendiri

    2. Pertimbangkan konsekuensi bagi semua pihak yang terlibat

    3. Buat batasan yang jelas dengan pasangan sahabat

    4. Hindari perilaku yang dianggap genit dan tidak pantas.

    5. Berkomunikasi secara terbuka dengan teman tentang perasaan Anda

    6. Lakukan hal yang dapat meningkatkan nilai diri sendiri

    7. Melakukan aktivitas positif yang meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan diri

    8. Cari dukungan dari konselor jika membutuhkannya



    Artikel Selanjutnya


    Rahasia Pernikahan Langgeng Bukan ‘I Love You’, Tapi Hal Ini

    (hsy/hsy)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.