Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Benarkah Virus Nipah Sudah Masuk Indonesia? Ini Kata Kemenkes
    Inspiring You

    Benarkah Virus Nipah Sudah Masuk Indonesia? Ini Kata Kemenkes

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 September 2023Updated:22 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Virus Nipah atau NiV menjadi salah satu kekhawatiran masyarakat dunia setelah menewaskan dua warga asal Kerala, India Selatan.

    Menurut Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, virus yang pertama kali teridentifikasi di Malaysia ini berpotensi menjadi wabah pandemi dan/atau endemi baru dengan kemungkinan meninggal 75 persen bagi para penderitanya.

    Selain itu, virus yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae ini juga dinilai berpotensi masuk ke Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lalu, bagaimana dengan kondisi di Indonesia?

    Menurut catatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, hingga saat ini belum dilaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia. Akan tetapi, beberapa penelitian atau publikasi telah menemukan adanya temuan virus Nipah pada kelelawar buah (genus Pteropus) pada beberapa negara termasuk Indonesia.

    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa Kemenkes RI akan meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk Indonesia dengan meminta para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari negara yang sudah terjangkit Virus Nipah untuk segera ke fasilitas kesehatan (faskes), terutama jika mengalami gejala.

    “Kami juga akan meningkatkan kewaspadaan bersama Kementan (Kementerian Pertanian) dan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk kejadian di satwa liar,” kata dr. Nadia.

    Selain itu, dr. Nadia juga mengimbau masyarakat, terutama petani buah serta peternak babi dan kambing, untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah Virus Nipah. Ia menegaskan, peternak harus berwaspada ketika ada hewan ternak yang mati mendadak.

    “Tetap lakukan perlindungan saat mengelola daging mentah, seperti pakai alat pelindung diri (APD) dan bersihkan kandang dengan disinfektan,” imbau dr. Nadia.

    “Masyarakat diimbau untuk tidak makan daging mentah, mencuci buah hingga bersih, dan tida mengonsumsi langsung produk mentah yang berisiko,” tegasnya.

    Menurut dr. Nadia, gejala klinis Virus Nipah yang tidak khas, seperti demam, badan pegal, batuk, pilek, kejang, mengantuk, sampai radang otak adalah pemicu angka fatalitas atau kematian yang tinggi.

    “[Gejala-gejala tersebut] yang kemudian menimbulkan kematian,” kata dr. Nadia.

    Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang ditularkan ke babi saat terjadi penebangan hutan secara besar-besaran. Akibatnya, populasi kelelawar berpindah mendekati area peternakan.

    Ternak babi yang telah terinfeksi dapat menularkan Virus Nipah ke peternak dan peternak pun dapat menularkannya ke sesama manusia. Proses penularan yang mudah inilah yang menjadikan Virus Nipah diduga bisa berpotensi menjadi pandemi.



    Artikel Selanjutnya


    Top! 2 Gol Sananta Bawa Indonesia Ungguli Thailand di Babak I

    (hsy/hsy)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.