Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Update Kasus Google, Masa Depan Internet Terombang-Ambing
    Insight News

    Update Kasus Google, Masa Depan Internet Terombang-Ambing

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 September 2023Updated:19 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus antimonopoli yang menjerat Google masih terus berlangsung. Proses persidangan diprediksi akan berjalan hingga beberapa bulan ke depan.

    Pada pekan lalu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengatakan Apple membayar US$ 10 miliar per tahun ke pembuat perangkat seperti Apple, perusahaan nirkabel seperti Verizon-AT&T, dan pembuat browser seperti Mozilla untuk mempertahankan pangsa pasar mesin pencarinya sekitar 90%.

    Pekan ini, Verizon akan dipanggil untuk memberikan kesaksian di persidangan. Perwakilan perusahaan telekomunikasi tersebut akan menghadapi rentetan pertanyaan terkait kesepakatan dengan Google.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saksi pertama adalah Brian Higgings yang menjabat Senior Vice President of Device and Consumer Product Marketing Verizon.

    Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, eksekutif Google James Kolotorous sudah dipanggil ke persidangan. Ia merupakan sosok yang bertanggung jawab atas negosiasi dan kesepakatan Google dengan produsen perangkat dan penyedia jaringan telekomunikasi.

    Hasilnya, Google dikatakan menekan produsen HP Android seperti Samsung dan Motorola untuk menjadikan Google sebagai layanan mesin pencari otomatis (default). Selain itu, aplikasi-aplikasi Google juga menjadi bawaan (pre-installed) pada perangkat Android tersebut.

    Kesaksian eksekutif Google lainnya, John Schmidtlein menyebut bahwa tujuan Google membuat kesepakatan dengan pabrikan HP Android adalah memastikan produk mereka mampu bersaing dengan Apple.

    Terlepas dari itu, argumentasi Google sejauh ini masih konsisten membantah disebut memonopoli pasar. Raksasa itu mengatakan popularitas layanannya merupakan hasil dari kualitas produk yang ditawarkan.

    Mantan eksekutif Google yang turut bersaksi, Chris Barton, mengatakan layanan Google tersedia secara default untuk mempermudah pengguna.

    “Jika mesin pencari Microsoft Bing dijadikan layanan default, pengguna akan buang-buang waktu untuk menggantinya ke Google,” kata dia.


    Artikel Selanjutnya


    4 Cara Sembunyikan History Google dari Pasangan, Super Mudah!

    (fab/fab)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.