Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»India Raja Teknologi, Ekonom Sebut RI Masih ‘Kagetan’
    Insight News

    India Raja Teknologi, Ekonom Sebut RI Masih ‘Kagetan’

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 September 2023Updated:11 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – India jadi salah satu raja baru di dunia teknologi. Selain pasar yang besar, negara itu juga melahirkan sejumlah talenta terbaik untuk industri saat ini.

    Senior Ekonom Fitra Faishal menjelaskan India sudah sejak lama berfokus pada bidang ilmu teknologi. Bahkan 80-90% lulusan kampus berasal dari IT maupun yang berhubungan dengan bidang tersebut.

    “Akhirnya kebanyakan talent awalnya agak susah menyerap itu di lokal. Tersebar ke mana-mana,” kata Fithra ditemui di Jakarta, Senin (11/9/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan perjalanan yang cukup panjang, akhirnya India bisa mendapatkan hasilnya. Misalnya banyak orang India yang sekarang atau pernah menjabat posisi tertinggi di raksasa teknologi dunia.

    “Tapi sekarang bisa dirasakan hampir semua CEO IT berasal dari India. Karena dari awal sudah fokus di situ, no wonder mereka punya digital talent yang luar biasa,” ungkapnya.

    Indonesia juga bisa meniru cara mereka menyiapkan roadmap. Peta tersebut disusun secara bertahap dan juga perlu kesabaran.

    Talenta India juga tidak langsung terkenal di dunia. Namun seiring berjalannya waktu, industri teknologi negara itu berkembang dengan pesat.

    “Secara bertahap India sabar menunggu talenta mereka. Awalnya emang belum banyak yang terserap karena belum banyak dikenal di dunia. Tapi sekarang India dan China diasporanya ke mana-mana,” jelas Fithra.

    Saat ditanya bagaimana keadaan Indonesia sekarang, Fithra mengatakan masih ‘kagetan’. Beberapa kasus, banyak hal yang dilarang karena tidak sesuai atau menciptakan banyak regulasi.

    Dia berharap pemerintah bisa lebih banyak memahami dan berkomunikasi dibandingkan menjatuhkan hukuman. Jadi dengan pelaku industri dapat membangun road map bersama.

    “Mudah-mudahan pemerintah lebih banyak memahami, berbicara, berkomunikasi dibandingkan membanned saja. Bersama pelaku yang ada membangun road map,” pungkasnya.



    Artikel Selanjutnya


    Bangkrut, Startup RI Habiskan Modal Rp 74,88 Miliar 10 Bulan

    (fab/fab)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.