Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bank Dunia Singgung Utang Ojol Cs, Driver Bingung Order Sepi
    Insight News

    Bank Dunia Singgung Utang Ojol Cs, Driver Bingung Order Sepi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 September 2023Updated:11 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Riset dari Bank Dunia menyebut pekerja lepas online (online gig workers), termasuk driver ojek online, kesulitan membayar utang dan tak punya tabungan.

    Mengenai hal ini, Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha Syafaril mengatakan bahwa ia sebenarnya belum meneliti sampai hitungan soal utang-utang ojol dan taxi online (taxol).

    Namun yang ia tahu, pendapatan ojol dan taxi online mengalami penurunan yang sangat drastis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara pendapatan untuk pihak penyedia aplikasi makin besar karena ada potongan setiap order. Selain itu, ada juga biaya tambahan aplikasi di setiap order.

    “Bila aplikasi membuat paket harga promo, harga tersebut pasti memangkas biaya mitra ojol dan taxol, tetapi tidak memangkas pendapatan aplikasi,” kata Taha kepada CNBC Indonesia, Senin (11/9/2023).

    Lebih lanjut mengenai nasib driver, saat ini hampir 50 persen lebih mitra ojol dan taxol hanya bertahan hidup. Ia mengaku tidak tahu kenapa orderan susah sekali didapatkan. Apakah ada sistem prioritas dalam algoritma yang dipasang oleh penyedia aplikasi.

    “Atau memang orderan sepi,” imbuhnya singkat.

    Untuk itu, para driver ingin perjanjian hubungan kemitraan di sah kan oleh institusi terkait di pemerintah, agar hubungan kemitraan antara penyelenggara transportasi dan penyelenggara teknologi nya bisa diatur seadil mungkin.

    Penelitian Bank Dunia

    Diberitakan sebelumnya, dalam laporan Bank Dunia berjudul Working Without Borders: The Promise and Peril of Online Gig Work, peneliti mengumpulkan data tentang pekerja lepas yang menggunakan platform online di beberapa negara, termasuk Indonesia.

    Bank Dunia memperkirakan 6-7 persen pekerja informal di Indonesia adalah pekerja lepas online. Dari seluruh pekerja yang bergantung ke platform online tersebut, 63 persen di antaranya bekerja di kota besar.

    Mayoritas jenis pekerjaan mereka adalah pengiriman barang (44%), pengantaran orang seperti ojol dan taksi online (35%), tugas sehari-hari seperti belanja untuk orang lain (28%), dan logistik (19%).

    Penelitian Bank Dunia menunjukkan mayoritas ojol dan pekerja online lain lebih memahami soal investasi dan layanan finansial dibandingkan dengan pekerja informal lainnya. Sebanyak 68 persen dari pekerja onlin telah memiliki rekening bank. Mereka juga mampu menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung.

    Namun meski lebih melek finansial, mayoritas ojol dan pekerja online lain masih tergolong rentang karena tidak memiliki perlindungan sosial dan tenaga kerja.



    Artikel Selanjutnya


    Kisah Driver Ojol Mulai Mengkhawatirkan Pemasukan

    (fab/fab)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.