Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NeutraDC Ungkap Keuntungan & Tantangan Bisnis Data Center
    Insight News

    NeutraDC Ungkap Keuntungan & Tantangan Bisnis Data Center

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2023Updated:7 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id  – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong bisnis data center melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC).

    Chief Executive Officer NeutraDC, Andrew Th.AF mengatakan, saat ini industri data center begitu menjanjikan di tanah air. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pemain asing yang mulai berdatangan di Indonesia.

    Kondisi itu disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, tingkat latensi yang kian berkurang di Indonesia. Menurutnya, satu dekade lalu internet masih dihantui dengan buffering, namun kini, internet makin cepat, berkat adanya inovasi digital termasuk data center.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Indonesia ini dengan tingkat sosial media dan digital ekonomi yang dimiliki itu sangat besar sehingga perlu lokalisasi data yang di dalam data center ini akhirnya men-drive kebutuhan itu sendiri,” ujarnya kepada CNBC Indonesia dalam gelaran BATIC 2023, dikutip Kamis (7/9/2023).

    Alasan kedua, lanjut Andrew yakni aturan personal data. Menurutnya, aturan ini membuat data-data sudah harus ada di Indonesia, itulah mengapa pembangunan yang masif data center diperlukan di tanah air.

    Ketiga, harga dari utility atau listrik akan lebih predictable di Indonesia dengan adanya data center. Dan keempat yakni akses renewable energy di Indonesia yang begitu mudah diakses.

    “Kalau di banding negara sekitar, taruhlah Singapura, walaupun data center banyak tapi akses renewable energi sangat terbatas. Kuta punya matahari, angin, air, dan kita punya geothermal, itu yg membuat perkembangan data center di sini sangat atraktif. Dan dari demand sendiri kalau di akhir 2022 itu pemetaannya sekitar 1,5 gigawatts (GW) sampai akhir 2030,” jelasnya.

    Meski menjanjikan, ternyata industri data center masih memiliki beberapa isu tantangan tersendiri. Salah satunya yakni dalam hal talent yang langka. Kelangkaan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan juga di Asia Tenggara.

    Untungnya, Andrew menuturkan bahwa pihaknya sudah memiliki solusi untuk masalah tersebut. Hal itu dibuktikan dengan Telkom yang saat ini sudah memiliki beberapa institusi pendidikan untuk mendidik talent baru masuk ke industri data center.

    “Tel-U salah satunya, itu yang kita lakukan untuk mendidik banyak talent baru untuk masuk ke industri data center,” pungkasnya.



    Artikel Selanjutnya


    Penuh Inovasi, Begini Caranya Ikutan BATIC 2023

    (dpu/dpu)


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.