Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Beli Seafood di Startup RI Ini, Bisa Tahu Ditangkap di Mana
    Insight News

    Beli Seafood di Startup RI Ini, Bisa Tahu Ditangkap di Mana

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 September 2023Updated:6 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Teknologi digital menjadi faktor pendukung yang penting disetiap industri, tak terkecuali dunia perikanan. Apalagi, Indonesia adalah salah satu negara perikanan terbesar di dunia.

    Seperti yang dilakukan oleh Aruna, startup yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Arunaa menggunakan teknologi sebagai alat yang membantu nelayan menangkap hasil laut hingga mengolahnya menjadi produk yang siap dikonsumsi.

    CSO Aruna Utari Octavianty mengatakan Aruna tidak menyodorkan teknologi langsung ke nelayan, seperti meminta mereka menggunakan aplikasi atau menyuruh nelayan berjualan melalui ecommerce.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka membangun teknologi untuk membuat seluruh proses bisnis di ekosistem perdagangan hasil laut di Indonesia lebih mulus sehingga nelayan tidak bingung lagi menjual produknya.

    “Kami membuat pabrik pemrosesan mini di mana kami dapat melakukan transaksi langsung dengan nelayan, di mana nelayan juga memasang Internet of Things, seperti analitik pelacak GPS, yang terintegrasi dengan beberapa perusahaan berbasis cloud,” kata Utari dalam ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF), di Jakarta, Rabu (6/9/2023).

    Lalu, sistem yang dirancang perusahaan bisa melacak pergerakan nelayan, setelah itu mereka bisa melacak hasil laut yang didapatkan. Ini menjadi sesuatu yang penting bagi para pelanggan.

    Aruna mengekspor produk hasil laut Indonesia ke luar negeri termasuk negara di bagian utara Amerika dan Jepang. Banyak konsumen di negara tersebut sangat memperhatikan produk laut yang mereka beli, terkait keamanan pangan, kualitas, hingga lokasi dan cara penangkapan.

    “Jadi begitulah yang ada di Aruna, kami berusaha melayani para nelayan tidak hanya terdidik untuk menangkap ikan, tetapi mereka juga bisa menghasilkan makanan laut dengan pola pikir keberlanjutan,” jelasnya.

    Saat ini Aruna memiliki 150 desa nelayan yang sudah bergabung, dan ada sekitar 40.000 nelayan di dalamnya. Untuk bisa menjangkau semuanya, jika ada keperluan tim Aruna menggunakan beberapa teknologi sederhana seperti Zoom untuk berkomunikasi dengan nelayan. Perusahaan juga menggunakan platform seperti Coursera untuk meningkatkan pendidikan nelayan mereka.

    “Kami tidak mengajari mereka cara memancing karena mereka sudah ahli dalam hal tersebut, namun kami mengajari para nelayan cara berkomunikasi, cara memahami makanan laut yang berkelanjutan, bagaimana AI dapat membantu mereka dan anak-anak mereka menjadi nelayan yang lebih hebat di masa depan.” pungkasnya.

     



    Artikel Selanjutnya


    Merah Putih Fund Keker 30 Startup, Siap Kasih Dana Rp 4,7 T

    (dem/dem)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.