Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hati-hati Penipuan Via WA Kuras Rekening, Kenali 3 Modus Ini
    Insight News

    Hati-hati Penipuan Via WA Kuras Rekening, Kenali 3 Modus Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 September 2023Updated:3 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penipuan semakin banyak jenisnya, termasuk melalui aplikasi pesan yang kerap digunakan sebagian masyarakat yakni WhatsApp.

    Terbarunya, penipuan dengan modus mengirimkan undangan di WhatsApp. Para penipu akan memberikan file yang harus diunduh dan ternyata merupakan file (.apk).

    Dirjen Aptika Kementerian Komunkasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan para penipu itu akan membuat akun rekening, yang menurut hasil investigasi rekening tersebut dibuat oleh orang lain.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setelah rekening jadi, orang tersebut akan diberi uang dan rekening akan ada di tangan penipu. “Ditemui di lapangan, mereka menggunakan orang lain untuk mendaftar abis itu kasih upah abis itu akun bank mereka ambil,” jelas Semuel, dikutip Minggu (3/9/2023).

    Berikut beberapa modus penipuan yang bisa menguras rekening korbannya:

    1. Tawaran Menggiurkan

    Semuel kembali menjelaskan salah satu ciri penipuan adalah adanya tawaran yang tidak masuk akal atau bombastis. Misalnya menawarkan harga ponsel yang jauh lebih murah dari harga pasar.

    “Jangan terkecoh tawaran-tawaran tidak masuk akal, harga HP tadinya Rp 10 juta bisa dengan saya Rp 2 juta. Sudah pasti scam,” kata Semuel dalam acara Cek Rekening Dulu Transaksi Kemudian, beberapa waktu lalu.

    2. Telepon, Chat, atau SMS Tidak Jelas

    Ciri kedua yang dijelaskan Semuel adalah adanya pesan tidak jelas dari orang yang tidak dikenal. Ini bisa berupa telepon, WhatsApp maupun SMS.

    “Contoh kan undangan, yang kirim undangan enggak dikenal, yang nikah enggak kenal. Kekepoan masyarakat main klik aja,” jelasnya.

    3. Penipuan Social Engineering

    Cara terakhir adalah dengan social engineering. Para penipu akan menggunakan kelemahan korbannya untuk bisa melakukan kejahatannya.

    “Menggunakan social engineering, kelemahan-kelemahan kita,” kata Semuel.


    Artikel Selanjutnya


    Kasus Penipuan iPhone Si Kembar, Ada Informan Misterius

    (fsd/fsd)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.