Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tak Cuma HP, Bisnis Game Ikut Anjlok Gara-Gara China
    Insight News

    Tak Cuma HP, Bisnis Game Ikut Anjlok Gara-Gara China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Agustus 2023Updated:3 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Seiring dengan lesunya bisnis smartphone selama beberapa kuartal terakhir, ternyata industri game pun mengalami kondisi serupa. Data dari firma IDC dan Data.ai menunjukkan pengeluaran masyarakat untuk game mengalami penurunan.

    Untuk mobile game, pengeluaran konsumen menurun sejak 2021. Hingga akhir 2023 nanti, diproyeksikan pengeluaran game global ‘hanya’ mencapai US$ 108 miliar atau sekitar Rp 1.645 triliun.

    Angka itu menurun 2% dibandingkan tahun 2022. Sementara itu, tahun 2021 merupakan puncak pengeluaran tertinggi untuk mobile game yang hampir tembus US$ 120 miliar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kendati demikian, game PC/Mac dan konsol rumahan masih mencatat pertumbuhan tipis, masing-masing 3% dan 4%. Sementara itu, game handheld seperti Nintendo Switch dan Steam Deck juga mengalami penurunan pengeluaran yang diproyeksikan hingga 20%.

    Menurut laporan, penurunan game mobile turut dipengaruhi regulasi yang ketat di China terkait penggunaan perangkat seluler bagi remaja, dikutip dari VentureBeat, Kamis (31/8/2023).

    Regulasi China menetapkan remaja hanya bisa main game 3 jam selama seminggu pada akhir pekan, yakni di rentang pukul 08.00 hingga 21.00 waktu setempat. Hal ini untuk mengurangi kecanduan game pada anak.

    Selain itu, pemerintah China juga membatasi lisensi game. Hal ini berdampak pada distribusi dan koleksi game yang hadir secara resmi di Negeri Tirai Bambu.

    Juru selamat game mobile, menurut data IDC, disokong oleh pertumbuhan di Korea Selatan (Korsel). Pasar selain Amerika Utara, Asia Pasifik, dan Eropa Barat, rata-rata mengalami penurunan pengeluaran untuk game di Q1 2023.


    Artikel Selanjutnya


    iPhone 15 Meluncur 13 September, Cek Bocoran Spek Lengkapnya

    (fab/fab)


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.