Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos AirBnB Curhat Nasib Bisnis Travel di Era Pandemi Covid-19
    Insight News

    Bos AirBnB Curhat Nasib Bisnis Travel di Era Pandemi Covid-19

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 September 2021Updated:23 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pandemi membuat cara orang bepergian menjadi berubah. Hal ini diungkap bos AirBnB, Brian Chesky yang menambahkan yang terjadi saat ini merupakan revolusi cara bepergian.

    Dia menuturkan batas antara perjalanan bisnis serta liburan semakin kabur karena kebijakan kerja jarak jauh (work from home). Serta menambahkan saat ini orang memilih untuk punya waktu istirahat lebih lama dengan keluarga dan teman-teman, sebab mereka mencari banyaknya ‘hubungan manusia’.

    “Dulu kami tinggal di satu tempat, rumah-pergi ke tempat lain-kantor-pergi ke tempat ketiga. Dan sekarang tiga tempat itu menyatu,” ungkapnya dikutip dari BBC, Rabu (22/9/2021).

    “Yang kita harus percaya pemberi pekerja tidak akan memaksa semua orang untuk kembali ke kantor lima hari dalam seminggu untuk mengetahui semuanya telah berubah selamanya,” tambahnya.

    AirBnB jadi salah satu perusahaan yang terdampak akibat pandemi. Perusahaan itu harus kehilangan 80% bisnisnya hanya dalam hitungan bulan.

    Namun Chesky menyebut permintaan telah menguat kembali sejak musim panas lalu. Di sisi lain kebiasaan konsumen telah berubah.

    Dengan adanya teknologi seperti Zoom memungkinkan pekerjaan dilakukan jarak jauh. Ini mengubah kebutuhan dasar untuk bepergian untuk bekerja, dan kemungkinan akan tetap ada.

    Orang-orang juga memilih tinggal dan bekerja jauh dari rumah. Namun menjadi lebih lama bukan hanya beberapa hari tapi bisa selama sebulan atau dalam satu musim.

    “Beberapa orang memutuskan untuk berkeliling dan bahkan tidak memiliki tempat tinggal permanen,” ungkapnya.

    Dalam perubahan besar kedua adalah orang mencari lebih banyak ‘hubungan manusia’ dari perjalanan. Sebab mereka menghabiskan waktu sendirian bekerja dari rumah.

    AirBnB juga mengalami peningkatan pemesanan akhir yang diperpanjang di AS sebanyak 70% di kuartal II 2021 dibandingkan 2021. Perusahaan juga melihat adanya peningkatan terukur pada malam yang dipesan untuk tempat lebih besar dan perjalanan keluarga di tahun ini.

    Chesky menyebut ini membuat orang mencoba tujuan baru dengan lebih murah. Mereka menjadi kurang fokus pada tempat hotspot popular.

    Selain itu, menurutnya dunia tidak akan pernah kembali lagi. Begitu juga perjalanan yang tidak pernah seperti semula.

    “Dunia tidak akan pernah kembali seperti semula, perjalanan tidak akan pernah kembali seperti semula. Bukan berarti dunia lama tidak akan kembali, hanya saja kita tidak kembali ke masa lalu, maju saja,” jelas Chesky.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.