Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Blokir, Joe Biden Bangun Pabrik Chip di Tetangga RI
    Insight News

    China Blokir, Joe Biden Bangun Pabrik Chip di Tetangga RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 September 2023Updated:1 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden AS Joe Biden menyasar negara tetangga RI, Vietnam, untuk membangun pabrik chip. Ini dilakukan karena Amerika mengantisipasi risiko kekurangan pasokan semikonduktor setelah diblokir oleh China.

    Namun, kekurangan tenaga engineer di Vietnam menjadi tantangan besar untuk mewujudkan rencana AS. Oleh karena itu, Presiden Joe Biden akan mengunjungi Hanoi pada 10 September.

    Agenda utamanya adalah membahas tantangan di Vietnam, sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Biden akan menawarkan dukungan kepada Vietnam untuk meningkatkan produksi chip-nya,” kata para pejabat pemerintah AS, dikutip dari Reuters, Jumat (1/9/2023).

    Segmen “friendshoring” dalam industri semikonduktor strategis telah menjadi salah satu tawaran utama Washington untuk membujuk para pemimpin Vietnam agar menyetujui peningkatan hubungan secara formal.

    Vietnam awalnya enggan melakukan skema tersebut karena khawatir dengan reaksi buruk dari China.

    Di satu sisi, peningkatan hubungan formal dapat menghasilkan miliaran dolar investasi swasta baru dan sejumlah dana publik bagi industri semikonduktor Vietnam.

    Namun, para pejabat industri, analis, dan investor mengatakan bahwa kurangnya tenaga engineer akan menjadi hambatan penting bagi pesatnya perkembangan industri chip.

    “Jumlah hardware engineer yang tersedia jauh di bawah jumlah yang dibutuhkan untuk mendukung investasi bernilai miliaran dolar,” kata Vu Tu Thanh, kepala kantor dewan bisnis AS-ASEAN di Vietnam.

    “Sekitar sepersepuluh dari perkiraan permintaan selama 10 tahun ke depan,” imbuhnya.

    Negara berpenduduk 100 juta jiwa ini hanya memiliki 5.000 hingga 6.000 hardware engineer terlatih untuk sektor chip, dibandingkan perkiraan permintaan sebesar 20.000 dalam lima tahun dan 50.000 dalam satu dekade.

    “Ada juga risiko kurangnya pasokan software engineer chip terlatih,” ungkap Hung Nguyen, manajer program senior rantai pasokan di RMIT University Vietnam.

    Kementerian Tenaga Kerja, Pendidikan, Informasi, Teknologi dan Luar Negeri Vietnam tidak menjawab permintaan komentar oleh Reuters.


    Artikel Selanjutnya


    Krisis Chip AS di Depan Mata, Xi Jinping Full Senyum

    (fab/fab)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.