Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Xi Jinping Blokir Chip AS, Joe Biden Akhirnya Menyerah
    Insight News

    Xi Jinping Blokir Chip AS, Joe Biden Akhirnya Menyerah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Agustus 2023Updated:30 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perang chip antara Amerika Serikat dan China masih terus bergulir. Sejauh ini, China telah memblokir raksasa chip AS, Micron Techonolgy, untuk berbisnis di negaranya.

    Selain itu, China juga melarang ekspor gallium dan germanium yang selama ini menjadi komponen krusial dalam pembuatan chip.

    Kebijakan ini dibalas pemerintahan Joe Biden dengan melakukan pelarangan ekspor komponen alat manufaktur chip ke China. Bahkan, AS juga mengajak Belanda dan Jepang untuk turut melakukan pembatasan ekspor.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, sepertinya perang chip ini mulai mengkhawatirkan pemerintahan Joe Biden. Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Gina Raimondo mengaku khawatir soal masa depan raksasa teknologi di negaranya, seperti Intel dan Micron.

    Hal ini ia sampaikan ke Menteri Perdagangan China Wang Wentao, dalam sebuah pertemuan. Raimondo bertemu dengan Wang selama lebih dari dua jam dan kemudian mereka makan siang selama dua jam, demikian dikutip dari Reuters, Senin (29/8/2023).

    Keputusan untuk melakukan langkah diplomasi mau tak mau dipilih pemerintahan JoeBiden, lantaran ‘bom’ dari China bikin gelisah masa depan industri chip AS. 

    Awal bulan ini, Intel menghentikan akuisisi Tower Semiconductor senilai US$5,4 miliar, setelah gagal mendapatkan persetujuan dari Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China.

    China juga menjadi produsen germanium terbesar di dunia yang menyumbang lebih dari 60% pasokan global. Pemblokiran ekspor komponen tersebut ke AS bisa berimbas fatal.

    Raimondo mengumumkan bahwa pemerintahan Xi Jinping telah setuju untuk membentuk kelompok kerja formal baru untuk membicarakan masalah perdagangan dengan AS.

    Kelompok kerja yang baru ini merupakan mekanisme konsultasi yang melibatkan pejabat pemerintah AS dan China, serta perwakilan sektor swasta untuk mencari solusi mengenai masalah perdagangan dan investasi.

    AS dan China juga setuju untuk mengumpulkan para ahli dari kedua belah pihak untuk diskusi teknis mengenai penguatan perlindungan rahasia dagang dan informasi bisnis rahasia.



    Artikel Selanjutnya


    Perang Chip, Joe Biden Utus Anak Buah Menghadap Xi Jinping

    (fab/fab)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.