Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dihabisi Amerika, Binance Kini Ditendang Visa dan Mastercard
    Insight News

    Dihabisi Amerika, Binance Kini Ditendang Visa dan Mastercard

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Agustus 2023Updated:28 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Bandar kripto raksasa Binance bakal rugi besar setelah ditinggal oleh perusahaan jaringan kartu kredit Mastercard dan Visa. Perusahaan yang didirikan oleh Changpeng Zhao ini makin tersudut setelah menjadi target otoritas finansial berbagai negara, terutama Amerika Serikat.

    Mastercard akan berhenti menawarkan kartu berlogo Binance di Amerika Latin dan Timur Tengah yang bisa digunakan oleh pemiliknya untuk membeli barang menggunakan aset kripto.

    “Produk ini, seperti kartu debit, digunakan oleh pengguna Binance untuk membayar pengeluaran sehari-hari, bedanya kartu ini didanai dengan aset kripto,” kata Binance Customer Support di Twitter yang kini menggunakan nama X. “Hanya sebagian kecil [kurang dari 1 persen] yang terdampak. Pengguna produk ini masih bisa memakai kartu hingga 21 September 2023.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Binance menyatakan pengguna kartu bisa beralih ke Binance Pay untuk mengirim dan belanja menggunakan aset kripto.

    Kepada CNBC Interantional, Mastercard memberikan konfirmasi bahwa kerja sama mereka dengan Binance di Brasil, Argentina, Kolombia, dan Bahrain berakhir pada 22 September 2023.

    Visa juga mengakhiri kerja sama serupa dengan Binance di Eropa per Juli. Bianance dan Visa tidak memberikan respons atas permintaan komentar dari CNBC International.

    Menurut CNBC International, langkah Visa dan Mastercard adalah tanda industri finansial makin menjauhi industri kripto. 

    Binance saat ini menghadapi tekanan dari regulator di banyak negara termasuk otoritas sekuritas AS (SEC) dan pengawas komoditas AS (CFTC).

    SEC melontarkan 13 tuduhan ke Binance dan CZ sang CEO, termasuk penggelapan dana nasabah dan menggelar bursa kripto tanpa izin.

    Kasus yang menjerat Binance makin meluas ke seluruh dunia. Saat ini, terpantau Binance sudah mendapat ‘guncangan’ di Prancis, Belanda, Inggris, dan terakhir Brasil.



    Artikel Selanjutnya


    Binance.US ‘Habis’ Jika Aset Binance di Amerika Dibekukan

    (dem/dem)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.