Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bandar Kripto Penipu Minta Keluar Penjara 5 Kali Seminggu
    Insight News

    Bandar Kripto Penipu Minta Keluar Penjara 5 Kali Seminggu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Agustus 2023Updated:22 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengacara Sam Bankman-Fried meminta agar pendiri FTX tersebut boleh beraktivitas di luar tahanan 5 hari tiap pekan. Alasannya, SBF butuh waktu untuk mempersiapkan pembelaannya di pengadilan.

    Christian Everdell, pengacara SBF, mengirim surat permintaan tersebut ke Hakim Lewis Kaplan. Menurutnya, kondisi di Metropolitan Detention Center, rumah tahanan tempat SBF dijebloskan, membuat persiapan sidang SBF sulit.

    Selama berada di balik jeruji, jelasnya, SBF tidak bisa memeriksa dokumen terkait kasusnya dengan baik. “Hanya minggu lalu, jaksa memberikan dokumen 750 ribu halaman komunikasi Slack, yang seharusnya sudah diserahkan berbulan-bulan lalu, yang tidak mungkin dicek oleh Tuan Bankman-Fried sesuai jadwal.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Everdell menegaskan pegadilan bisa mempercepat proses sidang jika SBF diberikan keleluasaan berdiskusi dengan perwakilan hukum dan mengakses laptop yang tersambung ke internet.

    SBF menghadapi ancaman penjara 100 tahun atas kejahatan penipuan dengan menyalahgunakan dana pengguna FTX yang bernilai miliaran dolar AS. Sidang dijadwalkan berlangsung mulai Oktober. SBF mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan.

    Menurut Bloomberg, jaksa mengusulkan untuk memindahkan semua dokumen sidang secara digital ke perangkat fisik (hard-drive). SBF kemudian bisa mengakses semua dokumen di rumah tahanan.

    Usul sebelumnya, yaitu memindahkan SBF ke fasilitas tahanan yang menyediakan laptop yang tersambung ke internet, ditolak oleh otoritas lapas.

    SBF sebelumnya diizinkan tinggal di rumah orang tuanya selama menunggu sidang dengan jaminan US$ 250 juta. Namun, izin tersebut ditarik hakim setelah SBF dilaporkan berusaha memengaruhi saksi.

    Pemicunya adalah bocornya buku harian CEO Alameda Research Caroline Ellison ke jurnalis The New York Times. Menurut jaksa, buku harian Ellison dibocorkan untuk mengintimidasi saksi sehingga mereka urung maju ke depan hakim.

    SBF sebelumnya juga dilaporkan berusaha menghubungi penasihat hukum FTX AS Ryne Miller lewat aplikasi Signal.



    Artikel Selanjutnya


    Bikin Kacau, Bandar Kripto Bangkrut Diblokir dari Internet

    (dem)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.