Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Founder Startup Raup Miliaran Tipu Investor Pakai Angka Palsu
    Insight News

    Founder Startup Raup Miliaran Tipu Investor Pakai Angka Palsu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Agustus 2023Updated:17 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pendiri startup kecerdasan buatan (AI) ternyata penipu. Investor dibohongi dengan angka palsu di rekening koran dan laporan keuangan.

    Penipuan oleh Michael Brackett dibongkar oleh penuntut umum di Amerika Serikat. Ia adalah pendiri Centricity, startup yang mengklaim mengembangkan teknologi prakiraan permintaan konsumen dalam real-time.

    Menurut PitchBook, Centricity telah menggalang dana US$ 2,5 juta (Rp38,3 miliar) dari angel investor pada 2019. Pada 2011, Brackett menyatakan kepada The Wall Street Journal bahwa ia sedang menghimpun pendanaan baru dengan target US$ 10 juta (Rp 153 miliar).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, Brackett tiba-tiba mengundurkan diri sebelum akhirnya Centricity bangkrut.

    Penuntut umum, menurut CNBC International, menyatakan Centricity bangkrut karena Brackett kehabisan uang dan tidak bisa menemukan investor baru.

    Aksi penipuan Brackett dengan mengumbar angka palsu pun tak bisa berlanjut. Misalnya, Centricity mengaku mempunyai klien 13 perusahaan manufaktur dan ritel AS. Dokumen yang diedarkan Brackett ke investor dan kreditur, juga mengklaim pendapatan Centricity mencapai US$ 3,7 juta setiap tahun. Faktanya, klien Centricity hanya dua perusahaan. 

    Sebelum Brackett mundur, menurut penuntut umum, masih ada seorang investor yang memakan umpannya. Seorang korban mentransfer US$ 500 ribu (Rp 7,66 miliar) ke Centricity karena tidak tahu bahwa Brackett menunjukkan angka palsu.

    Dalam beberapa hari, korban tersebut sadar bahwa Brackett adalah penipu. Ia mencoba meminta uangnya kembali kepada Centricity dan bank yang mengelola rekening Centricity. Namun, gagal.

    Brackett ternyata sudah memindahkan uang dari rekening perusahaan. Tak lama kemudian, Centricity bangkrut.

    Kejaksaan mulai menyelidiki Brackett dengan menghubungi para investor pada 2022. Mereka meminta dokumen, laporan keuangan, dan informasi lain soal investasi di Centricity.

    Kini, Brackett menghadapi tuntutan kejahatan penipuan sekuritas dan transaksi elektronik. Ia telah ditahan oleh pihak berwajib pada Selasa (15/8/2023).

    Modus penipuan oleh founder startup dengan korban investor sudah beberapa kali terjadi. Charlie Javice, founder fintech bernama Frank, mengutak-atik angka finansialnya sehingga bisa meyakinkan JPMorgan untuk mengakuisisi perusahaannya. JPMorgan baru menyadari mereka kena tipu setelah kesepakatan ditandatangani.

    SoftBank Vision Fund, investor startup raksasa, pekan lalu juga melaporkan startup IRL. IRL berhasil meraih pendanaan US$ 150 juta dari Vision Fund berbekal data palsu.


    Artikel Selanjutnya


    Startup Les Bahasa RI Sudah Untung, Valuasi Menuju Unicorn

    (dem/dem)


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.