Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ikut Xi Jinping, Arab Mendadak Borong Chip Amerika
    Insight News

    Ikut Xi Jinping, Arab Mendadak Borong Chip Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Agustus 2023Updated:15 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) sepertinya tak mau ketinggalan dengan China dalam hal pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dua negara di daratan Arab tersebut ikut memborong chip buatan Nvidia, perusahaan asal Amerika Serikat (AI).

    Sebelumnya, raksasa internet China (Baidu, ByteDance, Tencent, Alibaba) dilaporkan memborong chip Nvidia dengan total nilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15 triliun. Hal tersebut menyusul kekhawatiran pelarangan ekspor teknologi chip yang dicanangkan Presiden AS Joe Biden.

    Pelarangan ekspor itu sejatinya tak berlaku bagi Arab Saudi dan UEA. Namun, kedua negara ini juga mulai ambisius untuk membangun ekosistem AI agar tak ketinggalan dari negara maju lainnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saudi membeli 3.000 unit chip Nvidia H100, sementara UEA juga membeli ribuan chip, dikutip dari Investing.com, Selasa (15/8/2023). Hingga kini, Nvidia belum buka suara soal laporan tersebut.

    Berita ini terendus tepat saat Nvidia Coorporation menutup sesi perdagangan Senin pekan ini dengan kenaikan lebih dari 7%. Pasalnya, konflik chip yang memanas antara AS dan China disebut akan membuat pabrikan kawakan seperti Nvidia laris-manis.

    Negara-negara yang tengah membangun ekosistem AI berbondong-bondong memesan chip dari Nvidia. Sebab, Nvidia merupakan salah satu pemain awal yang memproduksi chip untuk AI.

    Bahkan, pada awal tahun ini, saham Nvidia meroket hingga masuk ke jejeran emiten bernilai US$ 1 triliun, berkat optimisme investor terhadap teknologi AI.

    Penerapan AI sendiri masih mendulang pro-kontra. Ada kekhawatiran teknologi ini merenggut pekerjaan manusia, memudahkan penyebaran disinformasi, serta memicu serangan siber yang lebih masif. Regulasi AI pun masih digodok di beberapa negara, termasuk Indonesia.

    Kendati demikian, inovasi yang dibawa dipercaya akan merevolusi kehidupan manusia di masa depan. Karenanya, pengembangan AI terus berjalan dan diramalkan akan mulai mencapai potensi maksimalnya pada 2027 mendatang.



    Artikel Selanjutnya


    China Borong Chip AS Sebanyak Ini Demi Jadi Raja AI

    (fab/fab)


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.