Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Berhenti Jelajahi Lautan, Ternyata Begini Faktanya
    Insight News

    NASA Berhenti Jelajahi Lautan, Ternyata Begini Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Agustus 2023Updated:14 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – NASA memiliki misi untuk mengeksplorasi semua hal yang belum diketahui umat manusia. Salah satunya dengan menjelajahi luar angkasa dan bawah laut.

    Namun, beberapa saat lalu beredar video yang viral di YouTube. Video itu menyebut bahwa NASA pertama kali mengeksplor lautan pada 1958 dan berhenti pada 1978.

    Bukan cuma di YouTube, video itu juga sempat menggegerkan Facebook dan Instagram. Namun, kini sudah tak bisa lagi diakses karena terbukti menyebar disinformasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dikutip dari USAToday, Senin (14/8/2023), NASA mengklarifikasi soal ekspedisi bawah laut. Menurut lembaga tersebut, riset tentang dunia bawah laut tak pernah disetop sejak pertama kali dilakukan.

    “Eksplorasi bawah laut tetap berlanjut, baik riset dengan kapal khusus atau berbasis sensor untuk menjangkau area yang lebih remot,” kata juru bicara NASA, Peter Jacobs.

    Situs resmi NASA juga membeberkan soal proyek SUBSEA, yang salah satunya melibatkan robot untuk terjun langsung ke bawah laut. Proyek ini merupakan kolaborasi antara National Oceanic and Atmospheric Administration, bersama beberapa organisasi lain.

    Tujuannya untuk mengumpulkan data soal lingkungan bawah laut. Selain itu juga untuk melakukan simulasi teknologi robot.

    “Salah satu misi NASA adalah mengembangkan pengetahuan tentang sistem Bumi secara menyeluruh, termasuk efek alam dan manusia terhadap perubahan lingkungan,” kata NASA dalam situsnya.

    “Analisa ke area laut yang remot akan mengumpulkan data penting untuk memahami lautan dengan cara baru,” situs itu menambahkan.

    NASA mengakui bahwa pada Oktober 1978 memang ada malfungsi pada satelit bawah laut yang dinamai Seasat. Namun, hal itu tak menghentikan eksplorasi bawah laut.

    “Saat ini, ada beberapa misi satelit yang mengobservasi bawah laut, disertai riset sains yang ekstensif untuk mempelajari berbagai data yang terkumpul,” kata NASA.



    Artikel Selanjutnya


    Pengumuman: 4 Astronaut NASA Siap Berangkat ke Bulan

    (fab/fab)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.