Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ecommerce Dilarang Impor Murah, Teten: Harganya Ga Masuk Akal
    Insight News

    Ecommerce Dilarang Impor Murah, Teten: Harganya Ga Masuk Akal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Agustus 2023Updated:14 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belakangan heboh soal aturan jual-beli online di e-commerce, ini terkait dengan rencana pemerintah melarang penjualan barang impor murah.

    Pemerintah menetapkan usulan revisi Permendag No 50/2020 yang menentukan aturan main e-commerce di tanah air. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan ada 3 poin utama terkait revisi ini.

    Salah satunya adalah ketetapan harga minimum untuk menjual barang impor. Batasan harganya dipatok US$ 100 atau sekitar Rp 1,5 juta.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun ini bukan hanya sekedar revisi aturan saja, tapi tidak adanya level playing field yang sama dan perlakuan yang sama mengenai tarif biaya masuk.

    Hal tersebut diungkap oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki usai bertemu dengan 40 seller (penjual) e-commerce di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Senin (14/8/2023).

    “Tadi kita dengar langsung mereka sudah engga bisa bersaing dengan produk-produk dari luar dari China yang masuk lewat e-commerce cross border,” kata Teten saat konferensi pers.

    “Dan ini saya kira bukan sekadar revisi Permendag 50 Tahun 2020 tentang perdagangan elektronik, tapi ini juga enggak ada playing field yang sama, perlakuan yang sama mengenai tarif biaya masuk,” imbuhnya.

    Saat audiensi dengan para seller, ia melihat sendiri harga barang impor China tidak masuk akal. Sudah ada predatory pricing dari mereka karena aturan pasar di Indonesia terlalu longgar. Sehingga barang impor bisa masuk ke sini dengan harga murah.

    Hasil audiensi hari ini akan menjadi masukan baru yang akan ditelaah lebih mendalam. Pertemuan tersebut juga dihasilkan usulan baru dari Kemenkopukm. Yakni meminta adanya kenaikan bea masuk untuk produk luar.

    “Tadi saya lihat sendiri harganya nggak masuk akal. Sudah ada predatory pricing itu memang karena kita terlalu longgar, pasar kita terlalu longgar, sehingga barang mereka bisa masuk ke sini dengan harga semurah-murahnya,” pungkasnya.



    Artikel Selanjutnya


    Ini Sinyal Ambisi TikTok Jadi Raja Online Shop di RI

    (dem)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.