Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putin Dikutuk, Miliarder Teknologi Rusia Blak-Blakan Soal Ini
    Insight News

    Putin Dikutuk, Miliarder Teknologi Rusia Blak-Blakan Soal Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Agustus 2023Updated:12 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu pendiri Yandex yang disebut-sebut sebagai ‘Google-nya Rusia’ tiba-tiba buka suara soal perang tak berkesudahan melawan Ukraina. Miliarder internet terbesar Rusia yang sekarang tinggal di pengasingan itu tak segan-segan mengutuk invasi skala penuh dari negaranya.

    Ia adalah Arkady Volozh, orang yang membantu peluncuran Yandex pada 1997 lalu. Volozh menjabat sebagai direktur eksekutif perusahaan hingga Juni 2022. Ia akhirnya mengundurkan diri setelah mendapat sanksi dari Uni Eropa karena secara material mendukung pemerintah Rusia.

    Uni Eropa menuduh perusahaan Volozh mempromosikan narasi yang membela Rusia dalam hasil pencariannya, menurut BBC.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam sebuah pernyataan, Volozh mengatakan dia secara pribadi ngeri melihat perang Rusia di Ukraina. Ia mengatakan turut merasa penderitaan warga Ukraina yang rumahnya dibom setiap hari.

    “Invasi Rusia ke Ukraina sangat barbar, dan saya dengan tegas menentangnya,” katanya, dikutip dari Insider, Jumat (11/8/2023).

    Volozh, yang kini tinggal di Israel mengatakan dia punya alasan kuat untuk diam hingga sekarang. Namun, dia merasa harus bertanggung jawab atas tindakan Rusia.

    “Meskipun pernyataan saya terbilang telat, tetapi esensinya sama, yakni saya menentang perang,” ujarnya.

    Beberapa orang Rusia kelas atas seperti Volozh secara terbuka dan tegas menentang Presiden Rusia Vladimir Putin dan keputusannya untuk menginvasi dan menduduki Ukraina.

    Pavel Durov, misalnya, miliarder teknologi Rusia lainnya yang sekarang tinggal di Dubai dan menjabat CEO Telegram.

    Durov secara terbuka berkomitmen untuk melindungi privasi pengguna Ukraina. Namun, ia masih menahan diri untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina secara eksplisit. Dalam pernyataan pada Maret 2022, Telegram mengemukakan harapan perusahaan agar konflik segera berakhir.

    (fab/fab)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.