Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Kalah Jauh dari Singapura, Ini 3 Kelemahan Lawan Hacker
    Insight News

    RI Kalah Jauh dari Singapura, Ini 3 Kelemahan Lawan Hacker

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Agustus 2023Updated:11 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Singapura jadi salah satu negara dengan tingkat keamanan siber tertinggi di dunia. Sementara, Indonesia masih belum bisa masuk ke peringkat 50 besar untuk keamanan siber secara global.

    Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto, menyoroti tiga kelemahan Indonesia di bidang siber. Mulai dari sumber daya manusia, anggaran, dan lemahnya adopsi teknologi.

    Indonesia setidaknya membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 10 tahun. Sayangnya, setiap tahunnya hanya bisa mencetak puluhan ribu saja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kominfo jaman pak Rudiantara sudah pernah menghitung. Indonesia dalam 10 tahun butuh 9 juta talenta digital. Dari 9 juta kemampuan kita bergerak naik 30 ribu ke 60 ribu per tahun,” jelas Andi dalam program Profit CNBC Indonesia, Jumat (11/8/2023).

    Dia menambahkan, “katakanlah 50 ribu untuk menghasilkan 9 juta talenta siber berarti kan butuh waktu 90 tahun”.

    Sementara dari segi anggaran, pertahanan siber hanya mengantongi Rp 7 triliun. Jumlah itu merupakan gabungan dari kementerian/lembaga yang menangani soal dunia maya, yakni BSSN, Kementerian Kominfo, TNI dan Polri, hingga intelijen.

    “Yang menjalankan fungsi terbesarnya adalah BSSN, tapi justru unit-unit ini memiliki anggaran terkecil sekitar Rp 700 miliar dari kebutuhan Rp 3 triliun,” kata Andi.

    Karena SDM dan anggaran tidak bisa terwujud dengan baik, maka poin soal adopsi teknologi juga masih bermasalah. Andi mengatakan Indonesia masih bergantung pada teknologi yang ada saat ini.

    “Itu masalah terberat untuk Indonesia hari ini,” ucapnya.

    Sementara itu, dia menjelaskan Singapura telah memiliki angkatan digitalnya sendiri untuk mengantisipasi permasalahan di ruang siber. Namun proses yang dilalui butuh waktu panjang mencapai 7 tahun.

    “Singapura sudah mengantisipasi ini ketika berproses 7 tahun 2014-2015 berproses 28 Oktober 2022 membentuk angkatan digital dan intelijen,” kata Andi.



    Artikel Selanjutnya


    Lemhamnas Ungkap Alasan Bank RI Gencar Diserang Hacker

    (npb/npb)


    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.