Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Satelit RI Belum Sampai, Menkominfo Bawa-Bawa Film Hollywood
    Insight News

    Satelit RI Belum Sampai, Menkominfo Bawa-Bawa Film Hollywood

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Agustus 2023Updated:8 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Satelit milik Indonesia, Satria-1, ternyata masih belum sampai ke orbitnya setelah diluncurkan pada pertengahan bulan lalu. Menkominfo Budi Arie Setiadi meminta warga RI bersabar karena pengoperasian satelit membutuhkan waktu. Satelit Satria-1.

    Satelit tersebut diluncurkan pada pertengahan Juli dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Satria akan menempati orbit 146 derajat BT yang berada di atas Papua. Sekarang satelit tengah dalam perjalanan menuju lokasi tersebut.

    “Ini baru jalan, kan satelit biasa lagi diluncurin kan proses dulu. Lagi jalan-jalan di angkasa. Mudah-mudahan enggak ketemu dengan Star Wars,” kata Budi, merujuk pada film bertema luar angkasa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selama perjalanan ini Satria-1 akan dipantau oleh Thales Alenia Space, perusahaan yang merakit satelit tersebut. Ini dilakukan untuk memastikan perangkat terus berfungsi dengan baik.

    Plt Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Arief Tri Hardiyanto mengharapkan semua perangkatnya bisa bekerja dengan baik. Termasuk dapat dikendalikan dari stasiun yang ditempatkan di Bumi.

    “Mudah-mudahan semua perangkat yang ada di SATRIA-1 dapat bekerja dengan baik solar cell dan antenanya. Dan bisa terkendali dari stasiun bumi,” kata Arief belum lama ini.

    Sebelum diluncurkan, satelit Satria-1 dilaporkan akan melayani 150 ribu titik layanan publik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
    Namun rencana itu berubah setelah satelit berhasil meluncur. Jumlah tersebut menyusut menjadi 50 ribu titik.

    Saat peluncuran, Kominfo menjeaskan bahwa ada peningkatan kebutuhan kapasitas internet. Pada desain 2018, kebutuhan satu titik adalah 1 Mbps namun kini meningkat menjadi 4 Mbps.


    Artikel Selanjutnya


    Satelit Raksasa Pertama RI Siap Mengudara, Nonton di Sini

    (dem)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.