Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Xi Jinping Gerak Cepat, Aplikasi Berbau AI Dihapus dari China
    Insight News

    Xi Jinping Gerak Cepat, Aplikasi Berbau AI Dihapus dari China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Agustus 2023Updated:8 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah China memperketat regulasi bagi teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI.

    Apple menghapus aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) serupa ChatGPT dari toko aplikasi App Store yang beroperasi di China. Pemblokiran ini menyusul aturan pemerintahan Xi Jinping yang akan efektif pada 15 Agustus 2023.

    Apple menyebar pengumuman ke para developer aplikasi di China. Raksasa Cupertino itu menyebut akan menghapus aplikasi generative AI sebagai bagian dari kepatuhan terhadap aturan pemerintah China.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Seperti yang kalian ketahui, pemerintah telah memperketat regulasi yang berhubungan dengan teknologi sintesis mendalam (DST) dan layanan generative AI, termasuk ChatGPT,” kata Apple dalam surat yang ditujukan ke OpenCat, klien native ChatGPT, dikutip dari TechCrunch, Selasa (8/8/2023).

    Pada Juli lalu, pemerintah China menetapkan beberapa indikator untuk meregulasi generative AI, termasuk penyedia antarmuka pemograman aplikasi (API). Dalam aturan itu, semua layanan berbasis AI di China harus mengantongi lisensi dari pemerintah.

    Menurut screenshot yang dibagikan blogger teknologi @foxchuo, tak kurang dari 100 aplikasi AI sudah dihapus dari App Store China.

    China merupakan salah satu negara yang cepat tanggap dalam menetapkan aturan soal AI. Terutama, setelah maraknya aplikasi mirip ChatGPT yang beroperasi di Negeri Tirai Bambu.

    Pasalnya, aplikasi semacam ChatGPT tak sesuai dengan aturan penyensoran yang berlaku di China. Layanan tersebut memberikan informasi dan tanggapan mengenai apapun yang ditanyakan pengguna, menggunakan bahasa natural layaknya manusia.

    Sebelum diberlakukan untuk layanan AI, aturan yang mengharuskan lisensi khusus juga ditetapkan untuk video game yang beroperasi di China.



    Artikel Selanjutnya


    Jadi Bumerang, Snapchat Dihujat Gegara Pakai ChatGPT

    (hoi/hoi)


    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.