Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Korsel Mulai Merapat ke Xi Jinping, Kecam Joe Biden Soal Chip
    Insight News

    Korsel Mulai Merapat ke Xi Jinping, Kecam Joe Biden Soal Chip

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Agustus 2023Updated:7 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China disoroti pemangku kebijakan di Korea Selatan (Korsel). Tak lain adalah Yang Hyang-ja, anggota legislatif berpengaruh sekaligus mantan eksekutif Samsung.

    Yang mengecam intervensi dari pemerintahan Joe Biden ke industri semikonduktor global. Menurut dia, langkah AS meminta pembatasan ekspor untuk alat manufaktur chip ke China berisiko merusak hubungan antar negara-negara di Asia.

    Sebagai informasi, AS meminta Jepang dan Belanda untuk berhenti memasok alat pembuat chip ke China. Selain itu, AS juga meminta Korsel untuk tak mengganti peran Micron Technology di China pasca diblokir Xi Jinping.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jika Washington terus berupaya menghukum negara lain dan mengimplementasikan kebijakan ‘America First’ dengan perilaku yang semena-mena, tak menutup kemungkinan akan banyak negara yang bersekutu melawan AS,” kata dia dalam interview dengan Financial Times, dikutip Senin (7/8/2023).

    Yang tak menampik bahwa AS adalah negara terkuat di dunia. Namun, ia mengatakan posisi itu seharusnya membuat Amerika lebih bijak dalam bertindak.

    “Menggunakan kekuatan sebagai senjata bukan hal yang pantas dilakukan,” kata Yang.

    Sebagai informasi, AS juga memberikan kompensasi bagi produsen chip non-China untuk mengembangkan produksi semikonduktor di negaranya. Imbalannya, AS mewajibkan negara-negara itu untuk melakukan pembatasan investasi di China.

    “Jika AS terus-terusan menghukum China, maka China akan makin gencar mengembangkan teknologinya. China akan menyediakan lebih banyak dukungan nasional untuk mencapai tujuannya. Kemudian, ini akan menciptakan krisis ke Korsel, mengingat China memiliki talenta dan bahan mentah yang berlimpah,” Yang menjelaskan.

    Diketahui, China mulai bereaksi ke kebijakan AS dengan melakukan pembatasan ekspor dua bahan mentah berharga, gallium dan germanium. Keduanya adalah komponen penting untuk memproduksi chip.

    Yang mengatakan bahwa talenta pembuat chip di Korea Selatan masih kurang, sebab mereka tak diperlakukan sebagaimana mestinya.

    “Di Taiwan, teknisi mendapat perlakuan lebih baik ketimbang pengacara dan hakim. Di Korea, mereka tak diperlakukan sebaik itu,” ujarnya.

    Hal ini berdampak pada bursa tenaga kerja di Korea Selatan. Bibit-bibit terbaik di Korsel bercita-cita menjadi dokter atau praktisi obat-obatan. Jarang yang mau jadi engineer.

    “[Padahal] hanya teknologi yang bisa membebaskan kita [Korsel] dari kemelut geopolitik ini,” Yang memungkasi.



    Artikel Selanjutnya


    China Blokir Chip AS, Biden Siap Lempar ‘Bom’ ke Xi Jinping

    (fab/fab)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.