Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Biang Kerok Sebenarnya di Balik PHK Besar-Besaran Facebook
    Insight News

    Biang Kerok Sebenarnya di Balik PHK Besar-Besaran Facebook

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Agustus 2023Updated:6 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pada akhir 2022 lalu, Meta mengumumkan PHK besar-besaran yang berdampak pada 11.000 karyawan. PHK tersebut adalah yang pertama kali dilakukan perusahaan sejak didirikan pada 2004 silam.

    Lantas, pada awal 2023, Meta kembali melakukan gelombang PHK lanjutan. Sebanyak 10.000 karyawan dirumahkan. Kabarnya, CEO Meta Mark Zuckerberg akan kembali melakukan PHK gelombang terakhir pada tahun ini.

    Zuckerberg menyebut PHK terpaksa dilakukan, sebab Meta memasuki ‘Year of Efficiency’ (tahun efisiensi) demi kelanjutan bisnis. Ternyata, keputusan PHK itu direkomendasikan oleh firma konsultan Bain & Co.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dikutip dari Insider, Rabu (2/8/2023), Zuckerberg ternyata merekrut Bain & Co sebelum memutuskan untuk melakukan PHK besar-besaran. 

    Pasalnya, sejak awal 2022, Meta sudah merasakan dampak finansial yang goyang akibat berbagai faktor. Bain & Co diminta menghitung struktur biaya Meta.

    Selang berapa bulan setelah Bain & Co masuk, Meta mulai melakukan pembekuan perekrutan besar-besaran.

    Selanjutnya, Zuckerberg menyampaikan dalam memo internal bahwa pertumbuhan pendapatan melambat untuk pertama kalinya. Akhirnya, PHK dinilai sebagai langkah terbaik.

    Tak lama setelah PHK gelombang pertama, jejeran eksekutif Meta mempromosikan budaya ‘intensitas’. Maksudnya, karyawan diminta untuk bekerja lebih keras demi menstabilkan bisnis.

    Zuckerberg terang-terangan meminta karyawan untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, tetapi dengan sumber daya yang lebih sedikit.

    Tinjauan kinerja dua tahunan menjadi lebih ketat. Selain itu, perusahaan melakukan riset besar-besaran tentang peluang konsumen di Asia Tenggara. Proyek ini juga dilakukan bersama Bain & Co.

    Meski sudah melepaskan lebih dari 20.000 karyawan, atau sekitar 25% dari tenaga kerja Meta, perusahaan bersiap untuk makin kecil tahun ini.

    Tujuan Zuckerberg untuk akhir tahun ini adalah memiliki karyawan sekitar 60.000 orang. Jumlah ini 5.000 lebih sedikit dari jumlah pegawai yang pernah Meta miliki pada awal tahun 2020.

    Selama panggilan dengan karyawan pada akhir Mei, Zuckerberg mengatakan sedang menggodok gelombang terakhir PHK. “Masih perlu waktu untuk menyelesaikan ini.” kata dia.


    Artikel Selanjutnya


    Lepas Metaverse dan NFT, Ini Ambisi Baru Facebook

    (fab/fab)


    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.