Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Amerika Mau Uji Coba Nuklir di Luar Angkasa
    Insight News

    Amerika Mau Uji Coba Nuklir di Luar Angkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Agustus 2023Updated:6 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA bakal meluncurkan roket nuklir dalam waktu dekat. Direncanakan roket dalam proyek bernama DRACO (Demonstration Rocket for Agile Cislunar Operations) akan lepas landas pada akhir 2025 atau awal 2026 mendatang.

    Waktu yang ditetapkan maju dari tujuan sebelumnya. Proyek hasil kerja sama NASA dengan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) itu pada awalnya direncanakan akan diluncurkan pada 2027.

    DRACO akan dikembangkan dan dibangun oleh Lockheed Martin. Perusahaan akan bekerja sama dengan BWX Technologies untuk mengembangkan reaktor nuklir pesawat antariksa dan memproduksi bahan bakar HALEU atau high-assay low-enriched uranium.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Wakil presiden Lockheed Martin, Kirk Shireman mengumumkan keterlibatan pihaknya dalam misi ini. Dia meyakini proyek tersebut bisa jadi era baru bagi AS.

    “Kami akan menyatukan ini, kami akan menerbangkan demonstrasi ini, mengumpulkan banyak data dan hebat. Kami yakin mengantarkan era baru Amerika Serikat dan untuk manusia, untuk mendukung misi ekplorasi ruang angkasa,” jelas Shireman dikutip dari Space, Selasa (1/8/2023).

    DRACO merupakan proyek untuk menguji propulsi termal nuklir (NTP). Teknologi itu berpotensi untuk membantu manusia dalam membangun Mars dan tempat lainnya di luar angkasa.

    DARPA memulai proyek ini pada 2021. Sementara itu baru dua tahun kemudian NASA ikut bergabung.

    Space mencatat NASA memang punya ketertarikan pada teknologi nuklir sejak lama. Misalnya pernah berencana meluncurkan misi Mars berawak untuk tahun 1979.

    Program itu disebut dengan NERVA atau Nuclear Engine for Rocket Vehicle Application. Sayangnya misi tersebut akhirnya dibatalkan pada 1972.


    Artikel Selanjutnya


    Alasan Baju Baru Astronaut NASA Bukan Warna Putih


    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.