Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jejak Paus Raksasa Nongol di Peru, Mamalia Terbesar di Dunia
    Insight News

    Jejak Paus Raksasa Nongol di Peru, Mamalia Terbesar di Dunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Agustus 2023Updated:4 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Fosil paus raksasa ditemukan di Peru. Menurut laporan, mamalia itu jadi salah satu yang paling besar di muka Bumi.

    Hewan yang disebut Perucetus Colossus diperkirakan hidup 38-40 juta tahun lalu. Para peneliti menggambarkan paus itu memiliki panjang 20 meter dan berat 340 metrik ton.

    “Ciri utama dari hewan ini adalah beratnya yang ekstrem, menunjukkan evolusi bisa menghasilkan organisme yang memiliki karakteristik melampaui imajinasi kita,” kata ahli paleontologi dari Universitas Pisa di Italia, Giovanni Bianucci dikutip dari Reuters, Jumat (4/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perucetus memiliki berat minimal sekitar 85 ton dan rata-rata 180 ton. Sementara paus biru, yang diklaim sebagai hewan terbesar, memiliki berat sekitar 190 ton dengan panjang 33,5 meter.

    Kerangka hewan itu ditemukan di gurun pesisir Peru selatan, yang memang dikenal sebagai habitat banyak paus. Perucetus dilaporkan memiliki 13 tulang belakang, empat tulang rusuk, dan satu tulang pinggul.

    Reuters melaporkan tulangnya sangat tebal dan padat, dengan berat kerangka mencapai 5-8 ton. Karakteristik itu tidak ada dalam kelompok paus, lumba-lumba, dan porpoise.

    Namun, bisa ditemui pada kelompok lainnya termasuk manate dan dugong. Bianucci menjelaskan Perucetus tidak memiliki kemiripan dengan paus yang masih hidup saat ini.

    Spesies tersebut lebih mirip dengan Sirenia, ordo mamalia yang ditemui di sungai dan laut.

    Tidak diketahui soal pola makannya, karena tidak ditemukan sisa tengkorak maupun giginya. Akan tetapi, hewan itu diduga bukan predator aktif dan merupakan hewan herbivora.

    Ahli paleontologi dari Royal Belgian Institute of Natural Sciences di Brussels, Olivier Lambert, menjelaskan kerangka Perucetus yang berat mengindikasikan hewan itu berenang dengan lambat.

    “Tentu saja ini adalah hewan yang mengesankan, tetapi mungkin tidak terlalu menakutkan,” ujarnya.

    (npb/npb)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.