Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bahaya Supermoon Awal Agustus 2023 Muncul dari Laut, Awas!
    Insight News

    Bahaya Supermoon Awal Agustus 2023 Muncul dari Laut, Awas!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Agustus 2023Updated:3 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Awal Agustus ini terjadi fenomena bulan purnama super atau dikenal sebagai Supermoon. Ternyata fenomena langit itu memiliki dampak, khususnya bagi warga pesisir pantai.

    Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo menjelaskan fenomena Supermoon 1 Agustus bersamaan dengan fase perigee (jarak terdekat) pada 2 Agustus. Di mana femonena tersebut menghasilkan ketinggian pasang air laut yang meningkat.

    Untuk itu, Eko mengingatkan untuk masyarakat bisa waspada dan mengantisipasi dampaknya. “Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,” kata Eko, mengutip CNN Indonesia, Rabu (2/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Banjir rob berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut. Seperti pesisir Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Banten dan pesisir utara DKI Jakarta.

    Kejadian serupa diprediksi juga terjadi pada pesisir Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Maluku dan Papua Selatan.

    Potensi ini akan berbeda waktu, baik hari dan jam, di tiap wilayah. Pada akhirnya akan berdampak pada aktivitas masyarakat, seperti bongkar muat di pelabuhan, pemukiman di pesisir, dan tambak garak serta perikanan darat.

    Sebagai informasi, Supermoon terjadi karena posisi Bulan yang lebih dekat dari rata-rata jarak ke Bumi biasanya. Jadi ukurannya akan lebih besar dan lebih terang.

    Eko menjelaskan ukuran Bulan membesar 14% saat Supermoon terjadi. Begitu juga kecerlangannya menjadi lebih dari 30%.

    Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin menjelaskan Supermoon sama seperti fenomena Bulan Purnama biasa. Namun dengan ukuran yang lebih besar.

    “Supermoon adalah purnama terdekat, sehingga ukurannya lebih besar dari rata-ratanya. Mengamati Supermoon sama dengan mengamati purnama biasa,” kata Thomas.


    Artikel Selanjutnya


    Siklon Herman Bikin Jawa Hujan Badai, Cek Daerah Terdampak

    (npb/npb)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.