Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jam Kiamat New York Bergerak Lagi, Nasib Manusia Makin Ngeri
    Insight News

    Jam Kiamat New York Bergerak Lagi, Nasib Manusia Makin Ngeri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Agustus 2023Updated:2 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jam kiamat yang berada di New York Amerika Serikat (AS) terus bergerak maju. Berdasarkan perkiraan terbaru jam tersebut, waktu manusia hanya tersisa enam tahun untuk membereskan masalah perubahan iklim.

    Jam tersebut bernama Climate Clock atau jam Iklim yang berada di gedung Union Square. Jam itu menunjukkan sisa waktu manusia untuk menghentikan pemanasan global yang melampaui 1,5 derajat celcius.

    Sebagai informasi, pemanasan global telah masuk ke level 1,1 derajat celcius karena adanya pembakaran bahan bakar fosil dari emisi karbon dioksida.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Data jam tersebut berasal dari Mercator Research Institute on Global Commons and Clomate Change (MCC) Berlin, Jerman.

    Perkiraan waktu terbaru itu berdasarkan laporan The Verge tanggal 22 Juli 2023 lalu. Artinya sekitar tahun 2028 masyarakat dunia tidak dapat lagi menghentikan perubahan iklim.

    Dengan waktu yang makin sempit, manajer komunitas global organisasi Jam Iklim, Becca Richie mendorong semua pihak untuk bisa melakukan perubahan. Yakni mencari solusi menjaga suhu Bumi di bawah 1,5 derajat celcius.

    “Hari terbaik untuk berbuat sesuatu adalah kemarin. Namun kami menggunakan data [iklim] untuk membuat time line untuk memberdayakan pemerintah dan aktivitas untuk melakukan perubahan,” kata dia, dikutip Rabu (2/8/2023).

    Sebenarnya Bumi pernah bisa menekan lonjakan emisi global. Saat pandemi Covid-19 menyerang sebagian besar masyarakat Bumi selama tiga tahun terakhir, level emisi pernah menurun drastis.

    Namun pandemi berdampak pada ekonomi melambat. Setelah keadaan mulai pulih dari Covid-19, polusi udara kembali meningkat seperti saat sebelum pandemi terjadi. The Verge mencatat rekor emisi Co2 tertinggi terjadi tahun lalu.



    Artikel Selanjutnya


    ‘Kiamat’ Makin Jelas, Penghuni Bumi Punya Sisa Waktu 10 Tahun

    (npb/npb)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.