Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Bentuk Tim Rahasia, Bungkam Ribuan Keluhan Tesla
    Insight News

    Elon Musk Bentuk Tim Rahasia, Bungkam Ribuan Keluhan Tesla

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Juli 2023Updated:29 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tesla diduga membentuk tim rahasia untuk membungkam ribuan keluhan pelanggan soal produk mobil listriknya.

    Menurut laporan Reuters, beberapa sumber mengatakan tim rahasia bernama ‘Diversion’ ini beranggotakan karyawan Tesla di Nevada, Las Vegas. Secara khusus, mereka diminta untuk menolak segala bentuk pertemuan (appointment) yang berkaitan dengan keluhan pelanggan.

    Sumber dalam menyebut Tesla terpaksa membentuk Diversion Team lantaran pusat pelayanannya dibanjiri appointment dari pelanggan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mayoritas keluhan pengguna terkait dengan jarak tempuh mobil listrik yang diiklankan Tesla. Berdasarkan pengalaman mereka, klaim Tesla tak sesuai kenyataan.

    Namun, saat mereka bertemu dengan ‘tim penasihat’ Tesla, keluhan itu seakan ditampik.

    “Keluhan ribuan pelanggan ditolak tim Tesla dengan mengatakan tak ada yang salah dengan mobil mereka,” kata sumber dalam tersebut.

    Padahal, tim penasihat itu tak pernah benar-benar melakukan analisis dan diagnosa produk yang dikeluhkan.

    Jejeran manajer Tesla di Nevada memberi tahu para karyawan bahwa mereka berhasil menghemat pengeluaran perusahaan sebesar US$ 1.000 setiap kali ada appointment yang ditolak.

    Bahkan, dalam laporan Reuters, disebutkan bahwa para karyawan Tesla kerap merayakan ‘kemenangan’ mereka tiap kali ada keluhan pelanggan yang ditolak. Mereka akan memberikan tepuk tangan ke karyawan yang berhasil membuat pelanggan tak bisa memproses keluhannya.

    Sejatinya, keluhan pelanggan bukan soal produk yang rusak. Namun, ketidaksesuaian materi pemasaran produk dengan kenyataan di lapangan.

    Strategi pemasaran tipu-tipu ini kabarnya sudah berlangsung sejak satu dekade lalu, ketika Tesla menjual dua produk unggulannya. Masing-masing adalah Roadster dan Model S.

    Dalam materi pemasaran, Tesla dituduh sengaja mengakali software dan menulis algoritma tertentu, sehingga menghasilkan jarak tempuh mobil yang lebih jauh dari seharusnya.

    Kemudian, ketika baterai turun di bawah 50% dari daya maksimumnya, algoritma baru akan menunjukkan proyeksi yang lebih realistis kepada pengemudi untuk jarak tempuh yang tersisa.

    Agar mobil tak mendadak mogok, Tesla merancang mode ‘penyangga’ yang memungkinkan jarak tambahan sekitar 24km setelah baterai di dasbor menunjukkan daya kosong.

    Tesla dan Elon Musk saat ini masih belum menanggapi permintaan untuk merespons tudingan tersebut.



    Artikel Selanjutnya


    RI Bujuk Elon Musk, Vietnam Malah Berani Lawan Tesla di AS

    (fab/fab)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.