Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Di Mana Ujung Langit? Ini Penjelasan Lengkap Ahli Fisika
    Insight News

    Di Mana Ujung Langit? Ini Penjelasan Lengkap Ahli Fisika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Juli 2023Updated:28 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ujung langit dan batasnya dengan antariksa ternyata sudah lama terdeteksi oleh para ahli. Batasan itu disebut sebagai Garis Karman.

    Garis Karman dinamai berdasarkan nama Theodore von Karman, seorang fisikawan keturunan Amerika-Hungaria pada 1957. Dia merupakan orang pertama yang mencoba mendefinisikan batas antara Bumi dengan antariksa.

    Menurut NASA, setiap lapisan atmosfer berperan dalam memastikan Bumi dapat menunjang semua jenis kehidupan. Fungsinya pun beragam dari memblokir radiasi kosmik penyebab kanker hingga menciptakan tekanan yang diperlukan untuk menghasilkan air.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ketika Anda makin jauh dari Bumi, kepadatan atmosfer berkurang,” kata Katrina Bossert selaku fisikawan luar angkasa Arizona State University. “Komposisinya juga berubah, dan atom serta molekul yang lebih ringan mulai mendominasi, sedangkat molekul berat tetap lebih dekat ke permukaan bumi.”

    Saat objek bergerak ke atas ke lapisan atmosfer paling luar, tekanan akan turun drastis. Meskipun pesawat terbang memiliki kabin yang dapat mengatur tingkat tekanan, perubahan ketinggian yang cepat dapat memengaruhi saluran eustachius.

    “Inilah sebabnya mengapa telinga Anda mungkin terasa pecah saat lepas landas di pesawat terbang,” kata Matthew Igel, dari Universitas California.

    Akhirnya, udara menjadi terlalu tipis bagi pesawat konvensional untuk terbang. Titik ini adalah area yang telah ditetapkan oleh para ilmuwan sebagaiujung langit dan permulaan ruang angkasa.

    Tujuan penetapan garis Karman bukan hanya untuk batas pesawat terbang, melainkan juga digunakan untuk memastikan pesawat antariksa mampu meninggalkan Bumi dan memastikan satelit bisa mengorbit bumi.

    “Garis Karman merupakan perkiraan wilayah yang menunjukkan ketinggian tempat satelit bisa mengorbit Bumi tanpa terbakar atau jatuh dari orbit sebelum mengelilingi Bumi setidaknya sekali,” jelas Bossert.

    Bossert menjelaskan ada berbagai faktor menentukan berapa banyak hambatan udara. Ini seperti ukuran dan bentuk satelit. Hambatan udara berdampak pada kemampuan satelit mengorbit Bumi.

    Satelit yang berada di orbit Bumi rendah memiliki klasifikasi terbang dengan tinggi kurang dari 1.000 km. Namun, ada juga yang orbitnya sekitar 160 km di atas permukaan Bumi.

    Bossert mengatakan satelit yang ada di orbit Bumi rendah akan jatuh dalam beberapa tahun. Penyebabnya adalah “tarikan dari atmosfer atas Bumi secara bertahap memperlambat kecepatan orbit”.

    Penjelasan lainnya datang dari Igel. Menurutnya, garis Karman didefinisikan dengan jarak 100 kilometer di atas bumi. Namun, bukan tidak mungkin ada yang mengorbit di bawah garis tersebut.

    Bisa saja suatu objek mengorbit Bumi pada ketinggian di bawah garis Kármán, tetapi hal itu membutuhkan kecepatan orbit sangat tinggi, yang akan sulit dipertahankan karena gesekan.

    “Di sanalah letak perasaan yang harus dimiliki seseorang untuk garis Karman: Ini merupakan ambang batas imajiner namun praktis antara perjalanan udara dan perjalanan antariksa,” jelasnya.



    Artikel Selanjutnya


    Astronom Prediksi Kiamat, Matahari Makin Panas Bumi Meleleh

    (dem)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.