Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jam Kiamat New York Bergerak Maju, Sisa Waktu Tinggal Segini
    Insight News

    Jam Kiamat New York Bergerak Maju, Sisa Waktu Tinggal Segini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Juli 2023Updated:26 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah jam bernama Jam Iklim atau Climate Clock bergerak maju lebih cepat. Ternyata ini menunjukkan berapa banyak waktu yang tersisa di dunia untuk menghentikan “kiamat” pemanasan global melampaui 1,5 derajat Celcius.

    Berdasarkan laporan The Verge pada 22 Juli 2023, jam yang terletak di gedung Union Square, New York, Amerika Serikat (AS), berada di bawah enam tahun. Artinya jika orang terus menghasilkan polusi Co2 dalam jumlah yang sama, kira-kira tahun 2028 masyarakat Bumi tidak bisa lagi menghentikan perubahan iklim, dikutip Selasa (25/6/2023).

    Saat ini, pemanasan global telah menyentuh 1,1 derajat Celcius. Hal tersebut terjadi karena pembakaran bahan bakar fosil dari emisi karbon dioksida.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Waktu yang kian sempit ini mendorong pendiri Jam Iklim untuk meminta perhatian pada semua pihak. Mereka menginginkan semua pihak bisa melakukan perubahan.

    “Hari terbaik untuk berbuat sesuatu adalah kemarin. Namun kami menggunakan data [iklim] untuk membuat timeline untuk memberdayakan pemerintah dan aktivitas untuk melakukan perubahan,” kata manajer komunitas global organisasi Jam Iklim, Becca Richie.

    Dia menambahkan untuk mencari solusi yang dibutuhkan dalam jangka waktu tersebut dan suhu permukaan Bumi tetap berada di bawah 1,5 derajat Celcius.

    Angka pada jam tersebut mencerminkan data dari Mercator Research Institue on Global Commons and Clomate Change (MCC) Berlin, Jerman. Namun jam tersebut belum menghitung mundur sampai suhu benar-benar berada di atas 1,5 derajat celcius.

    Sebaliknya, jam memperkirakan waktu yang tersisa saat manusia menghasilkan karbon dioksida yang cukup untuk menaikkan suhu mencapai 1,5 derajat Celcius.

    Emisi global sebenarnya sempat menurun saat dunia dihadapi pandemi Covid-19. Tapi fenomena tersebut juga dibarengi ekonomi yang melambat.

    Sayang saat Bumi kembali pulih dari pandemi, polusi udara kembali meningkat seperti sebelum virus itu menyebar. Bahkan, menurut catatan The Verge, rekor emisi Co2 tertinggi terjadi pada tahun 2022 lalu.


    Artikel Selanjutnya


    Nah Lho! Politisi AS Tak Percaya Global Warming, Sebut Tipuan


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.