Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raksasa Teknologi Bohong Soal AI, Manusia Dikuras Habis
    Insight News

    Raksasa Teknologi Bohong Soal AI, Manusia Dikuras Habis

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Juli 2023Updated:25 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa teknologi selama ini mempromosikan kecerdasan buatan (AI) sebagai tool untuk memudahkan kehidupan manusia. Namun, fakta sebaliknya diungkap sekelompok karyawan yang perusahaannya mulai memanfaatkan AI.

    Mereka mengaku justru AI membuat pekerjaan makin banyak dan menumpuk. Tenaga mereka dikuras habis. 

    Salah satu pengakuan datang dari Neil Clarke yang bekerja sebagai editor di perusahaan penerbitan buku. Dia mengatakan timnya ditugaskan untuk mengedit tulisan hasil AI.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hasilnya amburadul. Bahkan, timnya harus menutup formulir pengiriman naskah fiksi ilmiah. Sebab, banyak yang mengirimkan produk tulisan dengan bantuan AI. 

    “Masalahnya, AI lebih mementingkan kuantitas ketimbang kualitas,” kata Clarke.

    Hal serupa diungkap Ivana Suala yang merupakan Research Director di International Association of Machinists and Aeorspace Workers. Ia mengatakan para pekerja yang tergabung dalam serikat tersebut merasa diperlakukan sebagai kelinci percobaan.

    Pasalnya, tren AI membuat perusahaan buru-buru mengimplementasikannya ke pekerjaan sehari-hari. Fenomena ini seringkali membuat manusia harus bekerja ulang, sebab AI belum cukup cerdas.

    Ada beberapa pekerjaan, seperti logistik yang belum sepenuhnya sempurna dilakukan oleh mesin. Hal ini, kata Saula, membuat para pekerja harus menguras tenaga dan waktu lebih banyak, untuk membereskan kerjaan mesin yang kacau.

    Serikat pekerja yang dipimpin Suala meliputi pekerja di transportasi udara, layanan kesehatan, layanan publik, hingga manufaktur dan industri nuklir.

    “Mesin disebut pengganti manusia. Tetapi kenyataan di lapangan tak sesederhana itu,” kata dia.

    Sementara itu, dalam sebuah penelitian di MIT, para peneliti menemukan produktivitas pekerja yang menggunakan ChatGPT meningkat. Namun, penulis penelitian ini, Shakked Noy menjelaskan masih terlalu dini untuk mengklaim apakah dampak teknologi AI akan baik atau buruk di masa depan.



    Artikel Selanjutnya


    Pendiri Apple Takut AI Bikin Penjahat Siber Gampang Tipu-Tipu

    (npb)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.