Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»ChatGPT Makin Bodoh, Peneliti Stanford Beberkan Buktinya
    Insight News

    ChatGPT Makin Bodoh, Peneliti Stanford Beberkan Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Juli 2023Updated:22 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bukannya makin pintar, ChatGPT malah makin bodoh. Padahal, kemampuan chatbot asal OpenAI itu untuk belajar dari data yang dikumpulkan seharusnya membuatnya lebih cerdas dari waktu ke waktu.

    Laporan dari tim peneliti di Stanford University dan UC Berkeley mengeksplorasi perubahan pada chatbot asal OpenAI tersebut.

    Tim peneliti menemukan bahwa model bahasa yang mendasari ChatGPT, yakni GPT-3,5 dan GPT-4, sangat bervariasi. Bukan hanya itu, mereka menemukan GPT-4 memiliki kinerja yang terus memburuk, dikutip dari Insider, Jumat (21/7/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    ‘Kepintaran’ ChatGPT dilaporkan menurun sangat drastis hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Pada bulan Maret, ChatGPT memiliki tingkat akurasi 97,6% untuk mengidentifikasi bilangan prima. Namun, pada Juni lalu, akurasinya merosot jadi hanya 2,4%.

    ChatGPT dilaporkan memiliki lebih banyak kesalahan pemformatan pada bulan lalu. ChatGPT juga pada umumnya “kurang bersedia menjawab pertanyaan sensitif”.

    Profesor ilmu komputer UC Berkeley dan salah satu penulis penelitian, Matei Zaharia, berpendapat bahwa OpenAI yang merupakan pengembang ChatGPT sulit mengelola kualitas.

    “Saya pikir pertanyaan sulitnya adalah seberapa baik pengembang platform mendeteksi perubahan dan mencegah hilangnya kemampuan ChatGPT,” ucapnya.

    Tidak diketahui alasan penurunan kualitas ChatGPT secara pasti. Namun, platform yang bertumpu pada data seperti chatbot AI, memang perlu pemeliharaan dan pembelajaran yang konsisten.

    Hal tersebut tentu memakan biaya operasional yang tak sedikit. Menurut pemimpin produk Roblox, Peter Yang, bisa jadi penurunan kualitas ChatGPT lantaran OpenAI mau menghemat biaya operasional.

    Ia mengatakan jawaban GPT-4 lebih cepat dari biasanya pada Mei lalu. Namun, kualitasnya memburuk. 

    OpenAI membantah keadaan tersebut. Pada minggu lalu, VP Produk OpenAI, Peter Welinder menegaskan pihaknya membuat versi baru yang lebih pintar.

    “Tidak, kami tidak membuat GPT-4 lebih bodoh. Justru sebaliknya: kami membuat tiap versi baru lebih pintar dari versi sebelumnya,” kata Welinder dalam tweet-nya minggu lalu.


    Artikel Selanjutnya


    Siap-siap ChatGPT Susupi Semua Aplikasi HP Anda, Kok Bisa?

    (npb/npb)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.